Showing posts with label Cerita Horor Kiriman. Show all posts
Showing posts with label Cerita Horor Kiriman. Show all posts

Sunday, April 17, 2016

Pocong Nimpuk Batu

Cerpen Horor – Perkenalkan namaku Aryo. Aku tinggal di Jatiasih, Bekasi. Aku punya cerita horor lucu 2016. Meskipun cerita ini terjadi tahun 2013 – sekitar 3 tahun lalu, aku masih ingat dengan jelas kejadian yang menurutku lucu bikin ngakak.

Pocong Nimpuk Batu merupakan cerita horor lucu 2016 yang dikirimkan Aryo dari Jatiasih-Bekasi.
Ilustrasi pocong vector bingung mau melempar batu dengan apa.

Aku punya teman yang rumahnya berada di kompleks Permai. Sekadar tahu saja, kompleks Permai merupakan kompleks rawan banjir – biasanya, akibat banjir kiriman dari Bogor. Tapi rumah temanku ini aman dari banjir, karena terletak di bagian atas. Istilah orang Bekasi mah bulok.

Bagian pelataran rumah temanku itu langsung berhadapan dengan kuburan. Makanya, aku jarang main di rumahnya sampai malam. Paling hanya sampai jam 8 – jam 9 malam paling mentok!

Entah kenapa suatu hari, aku main hingga tengah malam. Aku enggan betul beranjak dari rumah temanku itu. Mungkin keberadaan teman-teman yang lain membuat nyaliku naik. Ada yang main kartu, ada yang main gitar, tapi tidak ada yang mirasantika loh ya.

Kurang lebih jam 11 malam, tiba-tiba terdengar suara kresek... dakkk!!! Sontak kami semua terkejut dan terpana. “Udah gak apa-apa,” kata Moci, temanku itu. Meski begitu, aku dan teman-teman lainnya masih belum hilang terkejutnya.

“Siapa sih emangnya? Iseng banget?” tanyaku. Teman-teman yang lain juga bertanya-tanya hal yang sama.

“Biasa di sini mah. Itu poncrut!” Moci menjawab.

Poncrut? Apaan itu Poncrut?

“Aish, pake minta dijelasin. Udah, udah main lagi aja. Nggak usah dipikirin,” pinta Moci.

Tapi sejurus kemudian, kresek... dakkk!!! Suara itu terdengar berulang. Kami semua mulai bergidik. Bulu kuduk meremang. Moci berdiri, lalu mengambil batu dan melemparkannya ke arah kuburan. “Pergi!” teriaknya.

“Siapa sih emangnya, Ci?” tanya Albert.

“Poncrut, Bert. Kebiasaan banget! Kalau ada orang suka usil!” kata Moci.

Kami masih belum mengerti apa Poncrut yang Moci maksudkan.

Seolah bisa membaca kebingungan kami, Moci menjelaskan, “Pocong!” Wuah, kami kemudian buru-buru pamit pulang pada Moci.

*

Menurutku ini cerita horor yang akhirnya lucu, karena belakangan aku memikirkan kembali bagaimana cara pocong melempar batu?

Jangankan melempar batu, memegang batu saja tidak bisa, ya kan? Atau jangan-jangan dia tidak melemparnya, melainkan menendangnya? Tapi pocong kan kakinya terikat? Atau dia menyundulnya? Kalau benar dia menyundulnya, siapa yang telah melempar batunya? Atau cerita horor lucu ngakak ini tidak masuk akal?

Bagaimana menurut kalian?

-------

Cerita horor singkat ini dikirimkan oleh Aryo dari Jatiasih, khusus untuk blog Cerpen Horor. Bila ada di blog lain, sudah dipastikan itu sulap-selip alias copas!
Read more

Disapa “Pemilik” Kos-Kosan Part 1

Cerpen Horor – Sekitar tahun 1970-an, Tuan Ge tinggal di sebuah kos-kosan di Yogyakarta. Maklum saja, dia tercatat sebagai siswa dari SMA De Britto. Kawasan tempat kos-kosannya berada di belakang sekolahannya itu. Namanya Demangan.

Menurut cerita horor pribadi yang pernah Tuan Ge ceritakan pada Cerpenhoror.com beberapa waktu silam, kos-kosannya adalah rumah pribadi bergaya Belanda. Dia mendapat kamar di bagian paling belakang yang dulunya dapur – kemudian disulap menjadi kamar kos. Kamar itu minim cahaya. Bisa dikatakan gelap sempurna. Tuan Ge bahkan harus menyalakan lampu teplok.

Cerita horor pengalaman pribadi yang dialami Tuan Ge terjadi di suatu siang. Ketika itu, dia baru saja pulang sekolah. Saat itu dia duduk di bangku kelas 2 SMA De Britto. Dia pulang ke kos-kosan karena capek dengan kegiatan sekolahnya.

Setibanya di kamar kos, Tuan Ge segera menyalakan lampu teploknya. Namun bukan terang yang didapatnya, melainkan gelap. Dia bertanya-tanya apa yang terjadi? Karena matanya terbuka, tapi kenapa justru malah gelap?

Cerita Horor Pengalaman Pribadi - Disapa "Pemilik" Kos-kosan Part 2.

Tiba-tiba dari arah pintu muncul sesosok wanita yang menuju ke arahnya, hingga menembus dirinya. Tuan Ge kaget. Dia langsung meringkuk ketakutan di balik selimut.

Di lain hari, Tuan Ge sempat mengalami pengalaman horor itu beberapa kali.

Belakangan, Tuan Ge baru tahu, jika sesosok wanita itu adalah pemilik kos-kosan dari pemilik kos yang sekarang.

Itulah cerita horor yang tidak begitu menakutkan jika diceritakan yang dialami Tuan Ge. Baca: “Disapa 'Pemilik' Kos-kosan Part 2”.

-------

Cerita ini disampaikan sendiri oleh Tuan Ge kepada Admin beberapa waktu lalu.
Read more

Sunday, September 15, 2013

Cerita Horor: Kisah di Rumah Lamaku [Part 2]

Hai kawan, numpang berbagi pengalaman lagi ya. Setelah cerita aku sebelumnya sudah dipublish dengan judul "Kisahku di Rumah Lamaku 1", sekarang aku mau  berbagi kembali lewat cerita horor yang berhubungan dengan cerita sebelumnya. Pada cerita sebelumnya, gangguan yang aku alami itu, sudah kurasakan sejak kecil sampai kelas 2 SD. Nah, cerita di bawah ini terjadi saat aku sudah menginjak bangku kelas 6 SD.

Seperti biasa aku kembali terbangun di tengah malam, selalu tepat pada pukul 00.00 atau 02.00 pagi dan jarum jamnya selalu menunjukkan waktu yang tepat, tidak melebihi beberapa menit sekalipun. (keanehan ini aku jujur sumpah tanpa rekayasa). Kali ini aku terbangun pada pukul 00.00 malam/pagi. Setiap aku terbangun selalu aku denger ada langkah kaki di kamar, suara orang mencuci pakaian dan lain lain, misteri itu sudah menjadi hal yang lumrah bagiku karena aku sudah menjalaninnya selama bertahun tahun.

Tapi kali ini aku tidak bisa tertidur hingga pukul 02.30, dari tadi aku hanya merem-merem saja tapi tidak tertidur juga. Akhirnya kuputuskan untuk ke ruang tengah, membaca koran sambil duduk di bangku malas favoritku. Baru saja aku membacanya, tiba-tiba ada ketukan di jendela rumahku. Jendela itu posisinya persis di depanku di ruang tengah. Aku tetap diam tidak menggubris ketukan itu, aku berpikir ah palingan itu hanya kondisi ilmiah kayu yang bergeser akibat angin.

Tapi ketukan itu berkali-kali hingga aku mulai merasa aneh, akhirnya aku coba bangunkan ibuku ke kamarnya, kamarnya pasti selalu dikunci. Ibuku tak bangun juga, akhirnya aku mencoba bangunkan pembantuku, namun tetap tidak dibuka pintu kamar pembantuku, mungkin sedang tertidur pulas. Aku lelah dan aku duduk didepan pintunya sambil membacakan istighfar.

Tiba-tiba bayangan tembok didepanku berubah, seakan-akan bergerak menutupi cahaya, tapi anehnya bayangan hitam itu bentuknya lurus, tidak berbentuk seperti badan orang atau apapun itu. Semakin menutup cahaya aku semakin ngeri dibuatnya, doaku semakin kencang saja. Hingga bayangan itu hampir menutup semua cahaya di ruangan itu, aku langsung menggedor kencang pintu pembantuku, dan pada akhirnya pembantuku membuka pintu "ada apa sih berisik berisik?" aku bilang "mau tidur sama bibi".

Bibiku mempersilakan masuk, dan mempersilakan aku tidur di ranjangnya, sementara bibiku tidur di lantai beralaskan kasur. Baru saja aku  tidur, tiba-tiba ada suara miss kuntilanak "hihihihihihihhi", aku spontan bilang ke bibi, suara apa tuh bi? Kataku bibiku dia tidak mendengar apa-apa, tapi hingga sekarang aku yakin bahwa bibiku pasti mendengar seperti apa yang aku dengar. Rumahku itu memang banyak penunggunya.
Oke kawan, kita lanjut ke cerita horor selanjutnya ya ^^.

Dikisahkan +OETOESAN Dewa
Read more

Cerita Horor: Kisahku di Rumah Lamaku [Part 1]

Hai kawan, perkenalkan sebelumnya namaku Army.
 
Aku punya beberapa sederetan cerita horor di rumah lamaku di suatu kompleks, yang pernah aku huni bersama ibuku pada saat aku masih berstatus siswa Sekolah Dasar. Nama perkomplekannya adalah Pondok Maharta, di kawasan Ciledug, Tangerang. Tapi sori untuk alamat lengkapnya, aku gak bisa sebutin. Takutnya, ada pembaca yang masih tinggal di sana.
 
Lanjut, cerita horor ini bagian pertama.
 
Ibuku memutuskan untuk pindah ke kompleks perumahan pada saat aku tepat masuk sekolah SD kelas 2, dan memang ibuku sudah berpisah dengan Ayah. Ceritanya bermula pada saat rumah ini justru sudah rapi dibangun sama ibuku. Ketika aku sedang tertidur pulas, tiba-tiba aku terbangun tepat pada pukul 12 malam teng di jam kamarku (nggak mengada-ngada loh!). Sambil memicingkan mataku yang baru tersadar itu, perlahan-lahan aku mendengar kecil suara langkah-langkah kaki di kamarku, suaranya tepat persis di sebelah kiriku. Karena, ranjangku posisinya di sebelah kanan rapat dengan tembok. 
 
Akhirnya, aku memastikan lagi dan menegaskan diriku sendiri bahwa aku sudah benar-benar sadar, ya aku yakin ini bukan sekadar mimpi atau apapun itu, ternyata memang benar ada beberapa langkah kaki yang terdengar di sebelah kiriku persis. Aku paksakan untuk tertidur, ya perlahan-lahan aku tertidur pulas kembali sekitar dua jam dari waktu aku terbangun. 
 
Keesokan harinya hingga beberapa tahun lamanya aku selalu mengalami hal yang sama bahkan hingga aku sampai sekolah SMA pun aku masih mengalami beberapa hal horor di rumahku itu. Namun sekarang rumahku sudah pindah, dan anehnnya aku pernah menanyakan hal tersebut ke Ibuku, namun ibuku tidak pernah mengalami hal yang ganjil di rumah itu. Begitu cerita horor aku yang pertama, maaf kalau tidak seram. Ditunggu komentarnya ya ^^. Nanti kita lanjutkan ke cerita berikutnya ya...
 
Dikisahkan +OETOESAN Dewa 
Read more

Thursday, January 10, 2013

Cerita Misteri: Setan di Kolong Meja Kantor

Suatu hari aku kerja sampai kantor tutup. Saat itu, di ruanganku hanyalah tinggal aku sendiri saja. Sebenarnya sih bukan karena aku lagi banyak kerjaan, tapi hanya sekedar keasyikan main game Prince of Persia. Saat itu, security datang ke ruanganku untuk mengecek apakah masih ada karyawan yang belum pulang (hal itu biasa dilakukannya sebelum menutup kantor).

"Maaf mas, kantornya mau ditutup. Kalo mau nginap sih silahkan. Asal kuat. Hehehe..." kata security.

"Oh iya, sebentar pak, tanggung nih... hehehe..." jawabku.

Lalu security itu berkata lagi padaku, "Oke-lah kalo begitu, saya ke toilet dulu ya mas," sambil meninggalkan ruanganku. Aku pun terus main game lagi.

Sedang asyik nge-game aku dikagetkan oleh suara telepon yang berdering dari meja temanku yang berada di pojokan! Telepon itu terus berbunyi dan aku menghampiri meja temanku itu, begitu aku sampai di mejanya telepon itu berhenti berdering!

"Ah, ngerjain aja nih!" kataku sambil gerutu.

Ketika, aku kembali memainkan Prince of Persia lagi, telepon kembali berdering. Kali ini dari meja temanku yang lainnya. Aku lagi-lagi menghampirinya dan begitu aku angkat teleponnya "hallooo..."

Tidak terdengar suara apapun! Aku membanting teleponnya sambil marah-marah.

"Ah, paling security di depan nih ngerjain gue… bikin kesel aja!" gerutuku lagi.

Dalam keadaan kesal aku kembali main game. Tak lama kemudian, aku merasa ada sesuatu yang beberapa kali mencolek kakiku dan sesekali menarik-narik celanaku dari kolong meja kerjaku! Agak kesal dan penasaran aku pun melongok ke kolong meja. Sontak aku sangat terkejut begitu…

Melihat ada anak kecil sedang menatapku dengan sorotan mata yang tajam dan merah menyala! Aku terkejut setengah mati, kemudian lari pontang panting keluar ruangan. Di luar kantor aku berpapasan dengan security yang baru kembali dari toilet.

Aku berteriak: "ADA SEEETTTAAANNNN!!!" security itu menatapku kebingungan...[]

Follow Twitter kami di @CerpenHoror | Follow Google Plus kami di +Cerpen Horor 

Read more

Cerita Misteri: Ruangan Misterius di Kantor

Nama saya Eno. Cerita misteri yang saya alami ini terjadi pada 1999, saat saya bekerja di perusahaan developer di daerah Kelapa Gading.


Ketika itu, kantor kami sedang membangun gedung kantor, sekitar 19 lantai. Tapi, kami sudah menempati kantor di lantai 16. Pada suatu Jumat siang, ketika karyawan laki-laki shalat Jumat dan karyawan putri juga telah keluar kantor untuk sekedar jalan-jalan ke mal.

Saya bermaksud makan siang di kantin basement dengan menggunakan lift. Ketika masuk lift dan memencet tombol,  tiba2 tombol disetiap lantai menyala semua. Lift tertutup dan seperti bergerak naik dengan cepat. Saya panik karena rasanya seperti naik jet coaster.

Kepala saya pusing dan tiba-tiba lift berhenti . Tombol lantai mati semua dan liftnya terbuka pada suatu ruangan.  Saya sangat asing dengan ruangan tersebut. Ruangan itu berinterior seperti sebuah ruangan dengan gaya tradisional, seketika tercium wewangian. Pencahayaannya yang remang-remang membuat ruangan itu terlihat indah sekali.

Awalnya saya tergoda untuk melangkah keluar lift dan masuk ke ruangan itu. Tapi saya segera tersadar, bahwa tidak ada ruangan seperti itu di gedung ini karena saya adalah salah satu tim perencananya. Seketika saya segera memencet tombol 1 dan langsung turun kebawah.

Alhamdulillah, saya bisa keluar lift dan tidak masuk ke ruang misterius. Mungkin jika saya masuk, saya akan terjebak dan tak akan pernah kembali ke dunia nyata.[]
Read more

Sunday, December 30, 2012

Cerita Horor: "Hadiah" Ulang Tahun

Nama gua Raisya. Gua pernah punya pengalaman horor yang terjadi saat ulang tahun gua ke-17 tahun 2002-an lalu. Bisa dikatakan ini adalah "hadiah" ulang tahun gua.

Sebangun tidur gua langsung ke dapur mencari "remah-remah" untuk mengganjal perut yang keroncongan. Maklum, gua belum dari sepulang kuliah tadi sore. Gua bingung karena tumben nggak ada orang di rumah gua. Biasanya, rumah selalu penuh orang. Ah sebodo amat. Perut gua keroncongan lagi. Gua ngecek kulkas untuk melongok isinya, kosong. Nggak ada apa-apa di dalam sana, kecuali mie instant.
Anying. Orang-orang pada nggak inget apa ya kalau gua hari ini ulang tahun. Gua menitikkan air mata.

Gua coba cari di sekeliling rumah, tidak menemukan satu pun manusia. Otomatis, gua langsung masuk ke rumah. Saat di dalam rumah gua pun terkejut, ternyata orang tua gua sedang berdiri di depan dapur -di lorong kecil yang menghubungkan dapur dengan ruang keluarga. Mereka cuma terdiam dan menunduk.

"Nice joke!" kata gua, "Udah nggak usah nakut-nakutin gua!"

Tapi mereka tetap diam dan secara perlahan-lahan tubuh mereka melepuh. Pada awalnya, gua ketawa-ketawa menyikapi hal ini. Gua mengira ini lelucon yang mereka buat untuk membuat gua nangis darah. Tapi, lama-lama gua merasa ini sudah nggak lucu lagi. Saat gua mau bilang, mereka semua raib di depan mata kepala gua sendiri. Jeeng! Barulah gua sadar kalau ini bukan sekadar lelucon. Dengan pikiran yang linglung, gua bergegas ke warnet. Dan menghabiskan malam ulang tahun di sana -main Ragnarok. Waktu itu masih booming.

Sementara, orang tua, bokin, sama beberapa temen gua yang merencanakan kejutan ulang tahun gua sia-sia belaka. Padahal mereka sudah meninggalkan note di atas TV bahwa mereka sedang menunggu kedatangan gua di restoran. Pengalaman horor yang kampreeeeettt menurut gua.[]

Follow Twitter kami di @CerpenHoror

Read more

Friday, December 28, 2012

Cerita Horor: Pindah Rumah Gara-gara Diganggu Makhluk Halus

Sebut saja nama yang sharing cerita horor ini: N. Cewek, cantik, kuliah.

Saat ini N tinggal berdua di Yogyakarta di rumah omanya. Rumah omanya cukup besar. Sehingga, banyak ruang-ruang kosong. Sementara yang diruang dibutuhkan mereka hanya dua. Kamar tidur N dan kamar tidur oma.

Sebetulnya oma tengah mengupayakan agar rumah ini dijual. Karena, banyak kenangan di rumahnya ini, termasuk kenangan terhadap almarhum suaminya. Tapi, menjual rumah bukan menjual keripik Maichi yang terkenal pedas itu yang sekali promo di Twitter langsung laku. Padahal, beragam upaya sudah dilakukan oma N. Dari promosi iklan koran, hingga di situs rumah123.com yang terkenal itu belum membuahkan hasil. Sudah dua tahun belum ada pembeli yang mau membeli. Mungkin karena mahal. Mungkin karena terlampau luas tanah dan bangunanya. Entahlah... Yang jelas saat ini, mereka berdua masih tinggal di rumah ini.

N sebetulnya kurang mendukung keinginan sang oma untuk menjual rumah ini. Sejak kepergian almarhum opa, sementara mereka berdua hanya punya satu anak yaitu papanya -banyak kenangan tersisa yang menurut N sangat tidak layak untuk dibuang begitu saja. Tapi karena banyak kejadian horor, N mengubah pikirannya.

Pernah N waktu pulang kuliah -mungkin kecapekan- dia langsung masuk kamar. Eh, di jendela tampak sesuatu-yang-kita-ketahui-bersama dan nggak mau disebut namanya oleh N. Beberapa kali N melihat penampakan itu, bahkan sampai terbawa mimpi.

N kemudian ngobrol sama temennya yang mempunyai kemampuan cenayang. Ternyata, temennya bilang kalau sesuatu-yang-kita-ketahui-bersama dan nggak mau disebut namanya oleh N itu berasal dari pohon waru di sebelah rumahnya yang berhadapan langsung dengan jendela kamarnya.

Setelah mengetahui itu, N lalu mendukung omanya untuk menjual rumah ini. Dan tahun 2011 lalu, mereka sudah berhasil menjual rumahnya dan tinggal di rumah yang lebih kecil dan lebih nyaman.[]

Follow Twitter kami di @CerpenHoror

Read more

Thursday, December 27, 2012

Cerita Horor: Cinta Direbut Dukun Bertindak

Nama gw Faisal. Gw tinggal di Jakarta. Ini pengalaman horor waktu gw usia 15 tahun -sekarang gw usia 20 tahun. Jadi udah 5 tahun lalu.

Ceritanya begini:

Gw punya kakak cowok, namanya Irfan. Orangnya sih nggak cakep-cakep banget -menurut gw. Tapi, ceweknya dia banyak banget. Gonta-ganti terus. Bisa dibilang dia playboy, bukan playgrup ya :D. Mungkin kelihaiannya dalam bersilat kata yang membuatnya digandrungi banyak cewek. Tapi, terus terang aja gw nggak tahu sih.

Waktu dia pacarannya sama cewek yang namanya Winda, peristiwa ganjil itu terjadi.

Di suatu malam yang gw sendiri lupa kapan, gw cuma tinggal berdua sama prt. Gw yang udah tidur tiba-tiba terbangun gara-gara suara aneh di dapur dan suara prt yang gedor-gedor pintu.

"Bang... bang... Liyan bangun bang..." teriak Surti dari luar.

Gw kira dia kayak prt yang kurang ajar sama majikannya mau minta "gituan" *dasar otaknya omes :D*. Eh, nggak tahunya pas gw lihat dia pucet banget kayak ketakutan gitu.

"Kenapa?"

"Itu bang Liyan di dapur..." kata dia.

"Kenapa di dapur?" gw yang masih ngantuk tanyanya bego.

"Itu bang... Itu..." prt gw rada sarap kayaknya. Nggak bisa njelasin apa yang tengah terjadi.

Sewaktu gw lihat sendiri, bujuk, gw jadi ketakutan sendiri nggak bisa mikir. Bayangin aja, lu pasti cuma pernah lihat benda-benda beterbangan dengan sendirinya di film-film fantasi aja kan? Nah, gw dengan mata kepala sendiri melihat benda-benda itu, seperti panci, penggorengan, sutil, pisau, beterbangan sendiri. Membuat gw bergidik karena memikirkan siapa yang melakukan itu semua.

Gw sama prt nggak bisa ngapa-ngapain lagi, selain lari ke depan buat nyelamatin diri. Sayangnya, pintu depan terkunci tanpa bisa dibuka sama sekali. Waduh, makin hororlah gw dengan kondisi seperti ini. Saat itu, gw langsung lari ke kamar gw di atas. Begonya, prt gw juga ikut-ikutan. Gw langsung nyuruh bokap pulang ke rumah karena dia lagi ronda, dengan cara menelepon pakai Samsung Galaksi Note II milik gw yang dikasih Asri pacar kakak gw sebelum Winda.

Bokap bisa buka pintu dari luar dan langsung ke kamar gw. Untung dia nggak mikir macem-macem saat ngelihat prt gw ada di dalam kamar sama gw. Dia cuma teriak begini: "Apa yang sedang terjadi?"

"Da.. daaa... purr... Pak," sahut gw.

Bokap langsung lari ke dapur dan ternyata nggak terjadi apa-apa. Terus bokap ke kamar gw lagi. Walaupun dia melihat nggak terjadi apa-apa, bokap tahu kalau lagi ada yang ngerjain rumahnya. Soalnya, bokap juga bisa hal-hal begitu-gituan.

Akhirnya, gw, bokap, dan prt, berada di dalam kamar gw. Terus dia mengatakan kalau sebaiknya kita nunggu di dalam kamar hingga waktu Subuh. Kemudian, dia nyuruh gw sama prt untuk tidur. Sementara, dia berjaga-jaga supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Sewaktu Subuh, gw dibangunin bokap ngelihat keluar rumah. Dan waktu gw keluar rumah, gw nemuin banyak banget benda-benda janggal. Seperti bunga kantil, paku berkarat, pecahan beling, darah hitam, kelabang yang sudah mati, dll.

Bokap lalu bilang kalau ada yang mau ngisengin "kita", khususnya kakak gw yang untungnya malam itu nggak di rumah sehingga nggak kena dia. Katanya, bokap ada seorang cowok yang suka sama Winda tapi nggak kesampaian mau mencelakai kakak gw yang notabene adalah pacarnya. Bokap kemudian memagari rumah supaya tahan terhadap serangan-serangan gaib.

Gw pun mengelus dada. Fiuh, untung kami semua nggak apa-apa.[]

Follow Twitter kami di @CerpenHoror

Read more

Cerita Horor: Diusilin Tukang Bakso, Pesaing Sebelah

Halo kenalin nama saya: Leo -biasa dipanggil Kemplonk. Saya punya cerita horor yang pernah menimpa saya beberapa waktu silam, saat saya buka warung makanan.

Saya emang suka banget berbisnis. Itu sudah cita-cita saya sejak kuliah. Apapun yang menguntungkan akan saya jalani. Misalnya, beberapa tahun silam lagi ramai konter pulsa, saya pun buka konter pulsa. Dan syukur ramai. Tapi, karena sudah banyak pesaing, saya memilih ganti usaha.

Nah, usaha saya saat mengalami pengalaman horor adalah usaha ketiga. Karena, saya punya lahan di pinggir jalan yang lokasinya tak jauh dari kampus, makanya saya kepikiran buka warung makan. Dengan pengetahuan yang pas-pasan soal usaha warung makan, saya coba merekrut koki masak beserta pelayannya, setelah semua perlengkapan warung saya cukupi. Saya ingat para motivator berkata, "Yang penting action dulu, risiko belakangan."

Semua sudah siap. Bukalah warung makan pertama saya. Karena letaknya strategis secara otomatis pelanggan mulai cepat berdatangan. Tapi, berani sumpah, saya nggak pakai penglaris dalam usaha makanan saya ini. Selama beberapa waktu semua berjalan dengan lancar. Nggak ada halangan suatu apa.

Lama-lama, kejadian aneh satu per satu berdatangan.

Pertama, koki yang masakin masakan di warung saya, bingung. Tiap kali menanak nasi, setelah matang dalam beberapa jam saja, nasi sudah basi. Bahkan, pernah ditemukan kecoak di dalamnya. Saya yang nggak percaya kemudian menjajal sendiri. Hasilnya, saya juga mengalami apa yang dialami oleh koki saya.

Kedua, masakan yang dimasak koki saya, tiba-tiba saja ada kecoaknya. Padahal, sepengakuan koki saya, nggak ada kecoak saat dimasak dan setelah matang.

Ketiga, hampir setiap pagi, selama beberapa waktu, depan warung saya selalu penuh dengan aneka kembang yang dipakai untuk mengguna-gunai. Ada kembang kantil, ada kembang melati, ada kembang, ah saya lupa namanya.

Saya nggak kepikiran aneh-aneh sebetulnya, tapi koki saya yang menjelaskan kepada saya mengenai hal ini. Dia mengatakan kapan kira-kira kejadian aneh ini berlangsung. Koki saya bilang, kejadian aneh ini terjadi saat ada tukang bakso yang buka di sebelah saya.

Apa tukang bakso sebelah warung makan saya yang melakukannya? Ah, saya nggak mau mencurigai seseorang.

Karena koki saya meminta mundur, saya pun akhirnya mundur. Usaha warung pun saya tutup. Kata-kata motivator pun saya ubah kembali, "Setelah melakukan action, yang penting menilai keadaan. Jika memungkinkan dan memiliki amunisi silakan lanjutkan. Jika tidak, lihat sekeliling anda."

Saya cerita begini bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk pelajaran bagi siapa saja yang ingin membuka usaha. Khususnya warung makan. Terima kasih kepada blog Cerpen Horor yang sudah menerbitkan artikel saya ini.[]

Follow Twitter kami di @CerpenHoror

Read more

Cerita Horor: Mess Berhantu

Waktu gue kerja di Kalimantan, kan kantor nyediain mess buat tinggal karyawannya. Perusahaan tambang tempat gue kerja lumayan bonafit, tapi gue belum punya tempat tinggal di sana, jadilah gue ikut tinggal di mess.

Nah, ngomong-ngomong soal mess perusahaan tambang gue ini cukup horor juga. Tadinya, mess yang gue tinggali ini rumah yang dibangun setengah jadi dan lama banget baru dikelarin. Namanya, rumah setengah jadi kan kosong tuh nggak ada yang nempatin. Bodohnya, mess itu waktu belum selesai dikerjain dibuat tempat nongkrong muda mudi kasmaran -kadang sampai nggak bener. Maklum saja, rumah itu ada di pojok kompleks perumahan BTN yang rada sepi dan bebas. Belakangan, nggak banyak muda mudi kasmaran di situ.

Desas-desus yang beredar adalah banyaklah setan-setan bersliweran di sana, bahkan mungkin menjadikannya markas. Menurut cerita temen gue yang lebih lama tinggal di situ daripada gue.

Pernah kejadian ada sepasang muda mudi mabuk cinta janji ketemu di rumah ini. Nah, mereka janjian jam 7 malam. Sampai di rumah itu, si pemuda memanggil-manggil ceweknya yang dikira sudah sampai. Waktu dipanggil, si cewek menjawab tapi di lantai 2. Ah, mungkin ceweknya sedang ingin romantis-romantisan sama dia. Mungkin macam cerita roman picisan tentang hubungan muda mudi di kawasan gelap. Eh, pas si cowok naik nggak ada siapa-siapa, cengoklah dia.

Lalu, si cowok turun, karena mungkin dia merasa salah dengar dan berkeliling untuk memastikan. Tapi tetap saja nggak ada siapa-siapa di sana. Si cowok mikir ceweknya sedang ngerjain dia. Dipanggil lagi, si cewek menjawab lagi dari atas. Si cowok lantas naik lagi ke atas. Jengkel gara-gara nggak menemukan si cewek, akhirnya si cowok memutuskan untuk keliling di atas. Eh, baru saja melangkahkan kakinya satu lagi si cowok langsung ngacir nggak.

Waktu si cowok ini cerita ke teman gue, dia cerita kalau melihat cewek seperti yang digambarkan sebagai sosok kuntilanak. Yang punya rambut hitam panjang *idaman semua pria* dan baju warna putih butek. Gue sih sebenarnya biasa aja. Tapi, benar-benar jadi bergidik pas gue melihat di belakang teman gue, cewek yang diceritain sama teman gue ada di situ. Sejurus berikutnya, gue sukses pingsan.

Nama gue, Arman. Ini cerita gue. Elu punya cerita horor?[]

Follow Twitter kami di @CerpenHoror

Read more

Wednesday, December 26, 2012

Cerita Horor: Lu, Ika Bukan?

Anak SMP kalau lagi jadian itu mengasyikkan. Berangkat sekolah bareng, pulang sekolah nungguin. Waktu gue masih sekolah di SMP 246 Lubang Buaya, gue jadian sama cewek satu sekolahan yang manis. Namanya Ika. Ika itu orang romantis, bawel, tapi menyenangkan. Hahaha, khas perempuan banget ya...

SMP itu banyak kegiatan ekskulnya. Gue ikutan pencak silat dan Ika ikutan paskibra. Maka, kita bisa pulang bareng. Kalau kegiatan ekskul, biasanya Ika pulang duluan. Makanya, Ika suka nungguin gue selesai di depan sekolah. Kejadian horor yang pernah gue alamin itu pas pulang eskul, waktu gue udah selesai dan mau cuci muka sekalian ngewer di kamar mandi sekolah. Eh, gue ngelihat Ika di kamar mandi, padahal gue udah nyuruh dia nunggu di depan sekolah.

"Ka, lagi ngapain lu di sini?" tanya gue bingung, kenapa tiba-tiba Ika ada di situ.

"Lagi nungguin kamu-lah," jawab Ika palsu.

"Kan dah gue bilang, nunggunya di gerbang aja."

Ika palsu hanya diam saja. Menunduk.

"Ka, kenapa lu?"

Ika langsung menengok ke arah Ilham dengan tampang yang nggak bakal dipercaya kalau diceritain sendiri.

"Eh, buset. Lu pasti bukan Ika ya?" Saat gue mau kabur, tiba-tiba tangan Ika palsu memegang tangan gue. Untung langsung gue hempaskan, kalau nggak, gue nggak yakin bakal bisa nyeritain semua ini ke kalian atau nggak. Terus gue buru-buru lari ke gerbang.

Ngelihat gue yang tergopoh-gopoh, Ika langsung nanya ke gue. "Kenapa lu, Ham?"

"Anying, gue ketemu setan mirip elu di kamar mandi. Katanya mau nungguin gue. Untung gue langsung hempasin dan buru-buru lari ke sini."

Oiya, nama gue Ilham dari SMP 246 Lubang Buaya.[]

Follow Twitter kami di @CerpenHoror

Read more

Cerita Horor: Melihat Hantu Perempuan Saat Siaran

Suatu malam, temen siaran gue izin nggak masuk, sehingga saat siaran jam 8 gue sendirian. Oiya, gue berprofesi sebagai penyiar radio yang sering memutar musik-musik dari Band Indie.

Ketika jam siaran dimulai, gue mempersiapkan beberapa playlist lagu yang akan diputar. Selesai itu gue membuka suara -tanda bahwa acara gur bakal mengudara. Ditemani suasana hujan yang dingin, saya mulai mengotak-atik komputer, mulai mencari bahan obrol yang akan dibicarakan di internet.

Di sela-sela waktu itu, gue yang sedang mendengarkan lagu lewat headphone mendengar suara mendesah manusia. Apabila digambarkan, suara tersebut mirip suara napas dari mulut.

Aneh. Padahal, tak ada seorang pun di ruangan selain gue. Karena pikiran gue saat itu masih positif, gue memeriksa sebuah bilik yang berada nggak jauh dari tempat duduk gue. Ya, semacam bilik untuk melempangkan punggung. Tentu saja, nggak ada siapa-siapa di sana. Waktu gue masuk juga nggak ada siapa-siapa.

Gue memasang lagi headphone dan suara dengusan napas itu kembali terdengar. Mendadak bulu kuduk gue merinding tanpa diperintah. Sialan, pasti ada yang nggak beres nih, pikir gue waktu itu. Dan benar saja sebelah kiri gue, kursi yang biasanya ditempatin oleh temen siaran gue, tiba-tiba aja bergoyang dan mengeluarkan bunyi, "Kreekkk..."

Gue nggak berani memalingkan wajah ke kursi itu. Suasana saat itu bener-bener horor. Yang gue tahu di situ kayak ada perempuan nggak tahu siapa. Sebagai penyiar nggak mungkin gue keluar ruangan siaran tiba-tiba dan meninggalkan acara gue hanya masalah seperti itu. Jadi, gue nahan ketakutan gue sendiri sambil tetep membuat intonasi suara senormal mungkin supaya pendengar nggak mendengar keanehan dari gue.

Selesai dari semua itu, gue merasa lega. Mudah-mudahan gue nggak ngalamin peristiwa itu lagi.

Oiya, nama gue: Rojan.[]

Follow Twitter kami di @CerpenHoror

Read more

Cerita Horor: Perkenalan di Rumah Baru, Tempat Tidurku Digoyang Hantu

Sejak SMP aku pindah ke Bekasi untuk ikut orang tuaku. Bapak diangkat jadi pns dan ditempatkan di sana. Di Bekasi, bapak beli rumah baru untuk kami tempati. Ya, bukan rumah baru sih, walau begitu cukup besar untuk menampung kami semua daripada di Magelang -tempat asal bapak dan ibu. Mungkin karena tinggal di rumah baru kali ya, penghuninya mau kenalan dengan kami -khususnya denganku. Soalnya, aku pernah mengalami peristiwa menyeramkan yang masih terkenang hingga kini. Horor banget deh pokoknya.

Setelah seminggu kepindahanku, saat tidur pulas aku ngelilir (baca: terbangun) karena aku merasa tempat tidurku bergoyang-goyang. Aku pikir itu gempa. Tapi, kulihat barang-barang lain pun, tak ada yang bergoyang. Pikiranku langsung tertuju pada cerita-cerita horor yang sering kubaca di internet. Itu pasti setan yang suka ngumpet di bawah kolong tempat tidur. Hiii...

Bulu kudukku merinding. Aku ketakutan. Mau teriak tapi tak berani. Jadilah, aku berdoa saja semoga hantu itu tak menampakkan wajahnya padaku. Lalu, aku menutup seluruh tubuhku dengan selimut. Hingga akhirnya, goyangan itu perlahan menghilang dan aku menutup mataku.

Tiba-tiba aku merasakan selimut ditarik dari bawah. Pelan... pelan... dan saat selimut ditarik, aku menjerit ketakutan. Terdengar suara tawa memecah ruangan. Ternyata suara kakakku Ryan. Sial. Aku pikir siapa.

"Bangun woi, udah pagi!" Teriaknya.

Aku yang baru bangun mengeriap-keriapkan mataku terkena sinar matahari. "Eh, dari kapan lo di situ? Dari semalem?" tanyaku.

"Ngapain, kerajinan banget dari semalem. Barusan. Itu juga karena ibu nyuruh aku bangunin kamu."

Entah berhalusinasi, entah karena film horor Silent Hill 3D yang sebelumnya kutonton semua ini terjadi. Aku terdiam. Lalu, siapakah yang menggoyang-goyang tempat tidurku kalau bukan Ryan? Aku bergidik membayangkannya.

Aku Meliana Novianti asli Magelang. Ini pengalaman hororku. Kamu bagaimana?[]

Follow Twitter kami di @CerpenHoror

Read more

Thursday, October 18, 2012

Cerita Horor: Rumah Hantu Bukit Darmo

Sebelum membaca cerita ini, ada baiknya lo membaca fakta dan mitos rumah hantu Bukit Darmo lebih dulu.

Cerita ini berawal ketika aku naik taxi dalam perjalanan ke tempat tugas di Surabaya. Daripada manyun di jalan karena kena macet iseng-iseng aku ajak ngobrol si sopir taxi. Bermula dari obrolan standar. Kemudian, berapa lama menjadi sopir taxi, keluarga dimana, sampai masalah setoran target harian... Hingga kucoba tanyakan suka dukanya kerja di jalan..

"Pernah gak, Mas, dapet penumpang yang aneh-aneh?" tanyaku iseng.

"Aneh gimana, Mas?" tukas balik si sopir

"Ya aneh. Kayak ngangkut ibu hamil mau ngelahirin, atau kali-kali aja pernah dinaikin makhluk halus kali hehehe..." aku tertawa.

"Emank, Mas, mau denger," katanya.

"Wuih maulah," jawabku, daripada manyun.

"Mas, pernah denger nggak rumah hantu di Bukit Darmo." Si sopir taksi memulai kisahnya.

"Ya, pernah. Itu kan juga pernah muncul di acara salah satu stasiun TV, kalo nggak salah," jawabku, "Emank gimana tuh ceritanya?" Aku melihat dari spion di dalam mobil, sopi taksi tersenyum.

"Begini ceritanya Mas..." Berceritalah dia panjang lebar.


Kebetulan saya waktu itu masih baru sebagai sopir taxi di Surabaya. Suatu hari saya habis nganterin penumpang di daerah dekat rumah hantu tersebut, malam itu sih sebenarnya udah larut mungkin di atas jam 1 malam. Saya udah dalam perjalanan pulang lagi ke pool taxi karena udah capek seharian keliling. Pas di tengah jalan ada 2 orang (cewek ama cowok) nyetop taxi Mas.

'Ya, lumayanlah,' pikir hati saya mau pulang masih dapet rejeki. Setelah masuk mobil saya tanya mereka berdua mau kemana, salah satu dari mereke menjawab ke alamat yang dituju yaitu ke daerah Bukit Darmo. Wah, dalam hati saya ternyata tujuan mereka dekat sekali paling gak sampai 20 rb di argo meter.

Lamunan saya buyar ketika seorang dari mereka berkata nanti jangan ditinggal, Pak, ya ditunggu aja kita akan bayar ongkos tunggunya. Wah, wajah saya kembali segar saat itu lumayan nutuplah setoran hari ini. Setelah 10 menit berjalan salah seorang penumpang saya berkata. 'Pak belok kanan ya rumah yang paling ujung.'

'Iya Mbak,' jawab saya.

Saya hentikan taxi di depan sebuah rumah mewah besar bercat putih tanpa ada perasaan curiga sedikitpun. Sambil membuka pintu penumpang itu berkata lagi, 'Ditunggu ya, Pak, jangan ditinggal kita sebentar kok.'

Saya sempat menengok ke rumah itu dan melihat nyala lampu dan hingar bingar suara musik seperti ada pesta atau keramaian di dalamnya. Karena udara yang dingin di luar saya menunggu di dalam mobil dan tanpa terasa saya tertidur karena lelah seharian di jalan.

Tidur saya dibuyarkan oleh ketukan kaca mobil dari luar, mungkin karena belum sadar penuh saya buka jendela mobil dan saya lihat seorang satpam berdiri tepat di sebelah kanan pintu taxi saya.

Ia pun bertanya... 'Mas lagi ngapain disini?'

Dengan santai pun saya balik menjawab, 'Nunggu tamu saya, Pak, mereka ada di dalam rumah depan itu.'

Si satpam sambil tersenyum tipis berkata, 'Tamu?? Mas nggak salah?? Coba situ keluar dulu dari mobil.'

Saya pun keluar dari mobil, kemudian si satpam berkata, 'Coba sampeyan lihat rumah yang situ maksud.'

Astagfirullah... saya terkejut ternyata rumah yang tadi malam penumpang saya turun ternyata sebuah rumah yang hanya tinggal puing-puingnya saja dan ditumbuhi semak belukar dan kelihatan sangat menyeramkan.

'Udah, Mas,' kata si satpam kepada saya, 'Mas, cepat balik aja ke pool lalu istirahat. Hal ini sering terjadi kok mas sama sopir-sopir taxi, bukan Mas aja yang pernah ngalamin. Tapi yang penting, Mas, nggak apa-apa.'

"Gitu mas ceritanya. Tapi, syukurnya dua hari setelah kejadian itu waktu saya narik ee penumpang nggak ada sepinya, setoran sampe lebih lebih."

"Oo gitu Pak kalo gitu tiap hari aja dapet penumpang mahluk halus biar rejeki lancar," kataku sambil tertawa.


Penulis: Irwan | 11 Oktober 2012
Read more

Tuesday, September 11, 2012

[Cerita Misteri] Pocong Tersorot Senter

Cerita Misteri ini diceritakan oleh Rino dan ditulis Chucky Jr.

Waktu jalan-jalan ke Wonosalam, Jombang. Hari Jumat. Aku berangkat naik Bison (sejenis minibus antarjemput karyawan). Aku sampai di Jombang sekitar jam 9-an pagi dan menginap di Joglo, semacam villa.

[Cerita Misteri] Pocong Tersorot Senter

Ketika malam tiba, selesainya sholat maghrib, aku dan teman-temanku pergi ke rumah makan yang tidak jadi satu sama villa. Banyak yang membawa senter karena memang kawasan hutan yang gelap. Saat pulang ke villa, di tikungannya, di belakang villa ada pocong. Pocong itu tersorot cahaya lampu senter yang wattnya tinggi. Sontak penampakan itu membuat kami ketakutan. Kami pun langsung berlarian ke dalam Joglo.

Demikian pengalamanku bertemu hantu.
Read more

Sunday, September 2, 2012

Hantu Noni Belanda

Assalamualaikum, aku El. Aku pernah posting beberapa cerita ghaib yang aku alami. Ini salah satu pengalaman ghaib yang juga aku alami. Sebenernya cukup banyak pengalaman ghaib yang terjadi, tapi aku share satu2 aja yah, biar bisa tetap jumpa... :)

ilustrasi hantu noni belanda

Biar ingat aja, aku tinggal di kota paling ujung Jawa yang indah nan permai... :p Kejadian ini aku alami saat aku baru lulus SMA, kira2 tahun 2006, harinya aku lupa. Kejadian ini berlangsung di rumah temanku yang udah aku anggap saudara sendiri, secara dia udah berteman dari TK sama aku. Kita panggil aja dia Dana (nama disamarkan). Rumah dia udah kita jadiin base camp kita kalau pada ngumpul. Maklum rumah dia paling strategis.

Waktu itu ada konser band, kita nonton bareng2. Maklum baru lulus SMA, jadi udah agak bebas. Kita nitip motor di rumah Dana, ada 7 anak dengan 4 motor dan 1 mobil. Motor kita parkir di halaman belakang rumah Dana, sedangkan mobil diparkir di jalan depan rumah. Halaman belakang rumah Dana cukup besar, dan ada satu pohon mangga yang ada ayunannya.

Singkat cerita, konser abis kira2 pukul 22.30. Kita pulang ke rumah Dana. tapi ga langsung pulang ke rumah masing2 (maklum baru lulus). Jadi kita ngobrol2 ga jelas di rumah Dana ampe sekitar pukul 23.45. Akhirnya anak2 lain pada pulang, tinggal aku, Dana, dan satu orang temanku, sebut aja Digta (nama disamarkan). Kita masih ngobrol2 ga jelas gitu. Kira2 00.30, Digta pamit pulang, sebenernya sih aku juga mau pamit, tapi sama Dana ga dibolehin, ya udah lanjut ngobrol (belum ngantuk juga sih). Akhirnya aku paksain pamit kira2 jam 01.30.

Aku ambil motor sendiri di halaman belakang. Gelap, cuma ada satu lampu kecil temaram, cuek aja aku ambil motor. Tiba2 ada angin aneh gitu berhembus dari pohon mangga (posisiku saat itu membelakangi pohon mangga). Aku diem aja santai. Trus waktu aku putar motor, aku kaget, di ayunan yang di pohon mangga ada cewek kira2 umur 17 tahun (seumuranku saat itu).

Jujur aku terpesona, abis dia cantik sih (wajar donk, cowok liat cewek cantik) :p Tapi saat itu aku cuma bisa diam melihat wajahnya, rambutnya panjang bergelombang, wajahnya sih ga bule2 banget (mungkin blasteran Belanda-Indo). Waktu ada angin lagi, rambutnya bergoyang, di dahi kanannya ada goresan, agak panjang gitu. Trus aku senyum, dia balas senyum.

Aku bawa motor ke depan trus mau pamitan sama Dana, eh ternyata Dana udah masuk rumah. Sampai saat itu, aku belum sadar sama kehadiran none Belanda tadi. Waktu perjalanan pulang, aku baru sadar, kok bisa ya, jam segitu, ditempat itu, ada cewek cantik lagi main ayunan, dan aku juga sadar kalau cewek itu ternyata pake gaun ala none belanda. Sontak bulu kuduk langsung merinding. Aku tancap gas langsung ngacir.

Pagi nya kira2 jam 09.00 aku main lagi ke rumah Dana, pengen aku tanyain, tapi ngobrol dulu ga jelas, akhirnya aku beraniin tanya ke Dana. Baru aja bilang masalah ayunan, Dana udah ketawa aja, dia langsung to the point masalah none belanda itu. Dana bilang "Santai aja bro, dia ga ganggu kok, mungkin ajak kenalan, ajak ngobrol aja". Gila dia, masa ngajak ngobrol begituan!!!

Ternyata seluruh keluarga si Dana udah pernah ngeliat dan ketemu tuh none Belanda. Bahkan, nenek Dana (beliau jago bahasa Belanda) pernah ngobrol sama tuh none. Katanya, tuh none (jaman penjajahan dulu) adalah anak dari bangsawan rendahan di daerah situ. Ada Tuan tanah (Belanda juga) yang suka sama dia, dan mau jadiin dia istri ketiga, tapi dia nolak. Tuh tuah tanah marah dan bunuh semua keluarga tuh none, dan terakhir bunuh tuh none di tempat itu (sekarang jadi halaman belakang rumah Dana).

Ternyata goresan di dahi kanannya itu bekas bacokan parang dari sang pembunuh, tapi karena cuma kena ujung parang, jadi lukanya ga begitu dalam (mungkin kalau parah jadinya nakutin kali ya). Tapi apa boleh dikata, maut langsung menjemput tuh none. Intinya, tuh none ga pengen ganggu, cuma pengen orang tau kalau dia ada disitu. Sejak itu, aku ogah parkir di halaman belakang rumah Dana.

Cukup sekian, maaf kalau cerita kali ini ga serem. Terima kasih...

*Mr.SATAN :)

Sumber: Cerita Horor
Read more

Wednesday, June 20, 2012

Misteri Foto Lorong Rumah Kontrakan

ilustrasi lorong rumah kontrakan
Kesukaan gua akan nulis seakan tak tergantikan dengan apapun. Menelusuri referensi, membentuk pemahaman, sampai menuliskannya hingga tuntas membuat diri gua bener-bener hidup. Namun, foto yang mau gua jadikan referensi secara tidak sengaja mengabadikan sosok dari dunia sana. Kisah ini nyata. Apabila kalian merasa takut segera tinggalkan page ini, sekarang!

Cerita ini terjadi baru kemarin. Tepatnya Minggu. Temen smp gua berkomentar soal pp (poto profil) ввм™ gua. Yap, pp ввм™ gua itu gambarnya lorong rumah kontrakan temennya temen gua - biar gampang sebut aja temen gua. Lorong itu sebetulnya bagian dari rumah kontrakan itu.

Mungkin gambaran ini kurang jelas buat kalian. Tapi mari gua gambaran dengan lebih detail soal denah rumah.

Rumah itu bercat warna biru pucat dan berkesan tidak terawat. Saat gua masuk ke dalam rumah - biasanya rumah kan ada ruangan tengahnya - langsung ruangan tengah. Nggak ada ruang tamu. Ruang yang seharusnya jadi ruang tamu dijadiin kamar buat naruh kucing persia. Terus tiga kamar sisanya di ruangan tengah dipakai buat tiga orang yang ngontrak, termasuk temen gua.

Gua ke rumah itu baru pertama kali itu. Itu juga karena keesokan harinya gua harus bangun pagi, nemenin temen gua motret manten. Pertama kali masuk ke sana, gua langsung kebelet buang aer kecil. Temen gua yang ngontrak rumah itu bilang kalau kamar mandinya di luar. Dia membuka pintu belakang ruangan tengah dan terlihatlah lorong yang panjang itu.

Begitu lihat tempatnya gua langsung spooky. Lorong yang harus gua lalui itu gelap hingga ke kamar mandinya. Tapi, karena gua kebelet buang aer, mau nggak mau gua usir ketakutan gua sendiri. Perasaan gua nggak enak sampai gua nyalain lampu di lorong itu yang menyala tidak seberapa itu. Sama lampu kamar mandi gua nyalain juga. Terus gua bisa menyelesaikan urusan gua dengan sempurna tanpa blepetan. Pas masuk ke ruangan tengah lewat lorong itu, gua lari aja.

Cerita gua belum selesei.

Besok paginya jam 5, gua bangun dan harus mandi. Karena mau siap-siap berangkat. Gua bingung antara harus mandi sama nggak mandi. Tapi kerjaan gua ini kerjaan ketemu orang, jadi kalau nggak mandi sungguh nista bau badan gua. Lagi-lagi gua terpaksa harus ke kamar mandi di belakang rumah.

Gua mandi cepat-cepat dan nggak terjadi apa-apa. Fiuh gua lega banget. Gua nggak digangguin apa-apa sama "penghuni rumah" ini. Mungkin gua aja yang terlalu chicken sama setan.

Sehabis ganti pakaian buat kerja. Tiba-tiba muncul ide dari kepala gua untuk memotret lorong itu. Ya itu tadi, gua suka banget nulis. Ide motret lorong itu buat referensi nulis yang nggak tahu kapan bakal dipake. Sorenya gua edit dihape terus gua jadiin poto profil ввм™. Nggak tahunya, temen smp gua ввм™ bilang kalau foto itu mengerikan.

Dia bilang kalau pp gua itu ada sesosok hantu yang kelihatan banget dengan jelas. Gua lihatin pp gua bolak-balik. Nggak ada. Waktu dia bilang warnanya bayangan putih transparan di deket lantai, gua pun mengernyitkan dahi. Anjrit. Jelas banget. Padahal sebelumnya nggak ada. Lho lho dari mana datangnya? Katanya dia emang udah ada dari tadi. Tapi mungkin gua nya yang nggak ngeh.

Akhirnya, saran dari temen gua untuk menghapus foto itu gua lakuin sebelum mereka menakut-nakuti gua yang emang terlalu chicken ini.

Read more

Wednesday, May 23, 2012

Hantu Kos

Hai teman-teman blog Cerpen Horor, perkenalkan namaku Ami, aku mau cerita pengalamanku dulu waktu ngekos di Jogja. Langsung aja ya...

Aku kan baru pindah ke kos baru karena kos aku yang lama sudah habis. Waktu pindahan aku dibantu sama temen-temenku. Ya, sebagai anak baru aku pun harus bergaul dengan teman-teman penghuni kos yang lama. Tapi sudah dua hari sejak kepindahanku baru beberapa teman yang kuajak bicara, itu pun jarang-jarang. Karena jarang bertemu mereka.
Sampai pada hari ketiga, waktu itu maghrib sudah tiba, dan aku sudah menutup pintu kamarku. Nah, di luar kamarku mulai terdengar ramai. Aku berpikir itu teman-temanku kosku.
'Keluar sajalah. Newbie harus kenalan sama senior-senior kan?' begitu pikirku dalam hati.

Namun, waktu aku membuka pintu, tak ada siapapun di luar kamar selain diriku. Cahaya lampu neon yang berpadu dengan kegelapan menciptakan suasana spooky di lorong kosku. Aku bingung. Sementara bulu kuduknya mendadak meremang. Aku buru-buru masuk kamar dan menutup pintunya. Hatiku bersicepat dengan aliran darah, membuat kinerja otak meningkat dan kondisi lebih awas. Bulir-bulir keringat dingin mulai turun satu per satu.
"Kosong? Kok tadi rame?"
Dengan kaki yang sungguh gemetaran, aku mengintip dari lubang kunci. Apa yang dilihatnya sungguh di luar apa yang kuyakini. Kondisi di luar mirip seperti pasar malam. Dan itu membuatnku makin shock. Saking takutnya, aku menjadi kaku. Bingung tak tahu harus berbuat apa.
Dari belakangnya, sebuah suara halus berkata, "Amiiiiii..." Sontak aku menengok dan menemukan makhluk itu menempel seperti laba-laba di dinding kamarku.
Aku ingin teriak tapi tak bisa. Makhluk yang menempel di dinding menjulurkan tangannya hingga panjang. Mencengkeram kedua bahuku. "Jangan ganggu akuuuuu..." kataku. Tapi aku digoncang-goncang. Rasa takutku semakin menguat. Dan tak ada yang kuingat lagi.

***

Keesokan pagi, aku terbangun sudah ditemani beberapa orang teman-teman kosku. Kata mereka aku berteriak-teriak semalaman persis orang mengigau tapi kok terus-terusan. Mereka bilang aku digoda penghuni kos sini yang tidak kelihatan. Karena beberapa orang dari mereka juga pernah mengalami kejadian sepertiku. Oh, sungguh mengerikan....
Read more

Saturday, May 19, 2012

Hantu Tanpa Kepala


Ceritanya berawal dari temen aku waktu aku dulu masih sma... kalo nggak salah sih waktu itu malam minggu yah (udah agak lupa aku)

Teman aku pas itu ada yang ultah. Namanya Maya. Jadi kami ada rencana malam harinya manggang ikan di rumah nya. Malam itu selesai kami belanja ikan di pasar, kami naik mobil ke rumah Maya. Sesampainya di rumahnya. Acara berlangsung hingga pukul 10.00 wib.

Selesai acara ultah Maya, kami langsung manggang-manggang ikan, sambil berfoto-foto bareng (lumayan buat narsis pp facebook, red.). Sebelumnya sih sejak pertama masuk halaman rumahnya Maya kayaknya perasaanku nggak enak. Soalnya halaman rumah Maya gelap banget, persis kaya di kuburan di malam hari. Rasanya aku kepengin pulang tapi karena aku nge-hargain mereka jadi aku terpaksa ikut mereka.

Jam udah nunjukin pukul setengah 12 malam, ikan yang kami panggang belum semuanya mateng, gara-gara temen-temenku asyik berfoto-foto ria. Akhirnya aku juga yang capek manggangin ikan sendirian,
jenuh juga dari tadi nungguin ikan bakar belum semuanya mateng.

Tapi aku sedikit tersenyum senang waktu ada temenya si Maya manggil aku untuk foto bareng dengaan senyum manisnya dia maksa aku tuk foto bareng dia. Padahal aku nolak foto bareng dia, malu aku he he he, lagian aku naksir juga ma dia, siapa sih yang nggak senang di ajak foto bareng, abis malu apalagi sama orang yang kita sukain?

Siap aku foto bareng cewek yang aku sukain, rupanya si maya minta gantian aku yang motret, seingat aku sih kayaknya mereka foto bertiga. Foto pertama sih gak ada apa2, biasa aja tapi waktu aku foto mereka ber tiga dari belakang, foto yang ini ada yang aneh. Soalnya di sebelah kanan maya ada sesorang laki2 make baju warna hitam tanpa kepala. Arahnya menghadap camera, kepalanya aku lihat foto persisnya di sebelah kiri di pas banget di atap kandang ayam. Langsung aku panggil temenku cowok dan ngasih tau tentang foto itu.

Alhasil kami berdua nggak bisa bicara seperti patung, di hati udah campur aduk antara pengen nangis sama ketakutan yang teramat sangat. Akhirnya salah satu dari temen ku yang aku foto melihat kami yang sedari tadi diem kaya orang bloon ngerasa aneh, seraya memanggil namaku dan temenku yang yang sedari tadi sama seperti aku. Kami berdua hanya bisa terdiam, tetapi ahirnya aku berusaha jalan dan ngasih tau sama mereka apa yang terjadi. Tiba-tiba cewek yang aku foto bertiga menjerit histeris melihat foto yang kuambil sambil ketakutan.

Pada waktu itu juga ayahnya maya yang sedari tadi di dalem rumah langsung keluar melihat keadaan kami yang semuanya ketakutan. Selesai salah satu dari temen kami ngasih tau sama ayahnya maya apa yang terjadi, tiba2 ibunya maya bilang "udah nggak usah di lanjutin nak". Sekarang kalian semua masuk ke rumah istirahatlah. Sampai pagi satu di antara kami nggak ada yang tidur, takut kalo hantu yang kami foto itu muncul secara tiba-tiba.

Keesokan harinya kami semua brencana mau cuci foto itu, tapi tukang cucinya gak mau nyuciin foto (nyetak foto, red.) itu, alasanya mereka takut bakal terjadi hal yang nggak di inginkan sama mereka. Semua tempat nyetak foto kami datangin tapi jawabannya sama. Mereka semua nggak ada yang mau nyuciin.

Yang terahir aku sempet bilang sama mendiang ayahku, kata ayahku foto itu mending di hapus aja, jangan di cuci, kalo kami cuci foto itu akan berakibat fatal bagi yang di foto. Nggak tau kenapa, tetapi pada akhirnya salah satu temen dari kami mengupload foto itu ke facebook, temanku yang namanya maya tadi meninggal 5 hari setelah foto itu di upload ke facebook. Akhirnya aku percaya saama kata-kata ayahku dulu dan kami sepakat untuk menghapus foto itu biar ngga terjadi buat temen kami yang lainya... sampai sekarang aku masih trauma kalau mengingat hal itu.

Kejadian ini terjadi di Brastagi Sumatera Utara awal tahun 2011 lalu. Semoga bermanfaat bagi kita semua, bahwa dilarang banget nyuci foto yang ada hal-hal gaibnya dan juga dilarang foto ganjil seperti foto bertiga atau berlima. Sekian dan terima kasih.

cerita horor ini dikirim oleh raffly budi santoso
Read more