Showing posts with label Menulis Horor. Show all posts
Showing posts with label Menulis Horor. Show all posts

Thursday, May 30, 2013

Membedah Cerpen Horor Murid Istimewa TK Pelangi

Secara sederhana, ada tiga hal yang harus kita bentuk terlebih dulu sebelum menulis cerpen. Yaitu: ide cerita, karakter (penokohan), dan plot. Jika tiga hal itu sudah terbentuk, niscaya kita akan lancar jaya dalam menuliskannya.

Artikel ini merupakan post perdana gue tentang tiga hal tersebut, tapi dengan proses terbalik. Artinya, gue akan membedah (menganalisis) dari cerpen yang sudah selesai dan menentukan tiga hal tersebut. Tujuan dari proses ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses membentuk sebuah cerita pendek.

Cerpen yang gue bedah adalah cerpen horor karya Nazzarudin yang sudah gape menulis cerpen horor. Judul cerpennya “Murid Istimewa TK Pelangi” yang menjadi salah satu cerita dalam kumpulan cerpen Rumah Kentang (Pustaka Good Idea, terbit 2006). Mau baca review karyanya lewat sini ya. Oke langsung saja ya ^^.

Ide Cerita:

Gita Asmariani ingin diajak “kenalan” oleh Rohim dan Rohani di TK Pelangi

Karakter:

  1. Karakter utama: Gita Asmariani >> mahasiswi calon guru TK, penyabar
  2. Karakter Tambahan:
          a.    Ibu Atika (Guru TK Pelangi sekaligus menantu Ibu Sarmadi)
          b.    Ibu Sarmadi (Pemilik TK Pelangi)
          c.    Lorenzo (Murid TK Pelangi)
          d.    Andika Putra Sang Fajar (Murid TK Pelangi)
          e.    Tisa (Murid TK Pelangi)
          f.    Btari Mayangsari (Murid TK Pelangi)
          g.    Rohim (“Murid istimewa” TK Pelangi / hantu)
          h.    Rohani (“Murid istimewa” TK Pelangi / hantu)

Plot:

  1. Prolog: Gita bertemu dengan Ibu Atika di Blok M Plaza
  2. Gita mulai mengajar di TK Pelangi
  3. Gita mencoba mengenal anak-anak muridnya dengan memanggil mereka berdasarkan nama di buku
  4. Gita diberitahu bahwa Rohim dan Rohani tidak ada.
  5. Epilog: Rohim dan Rohani ingin berkenalan dengan Gita.

Demikian sharing gue kali ini. Semoga membantu teman-teman yang ingin menulis cerpen. Thank you ^^.
Read more

Tuesday, January 15, 2013

Kisah Misteri Dituntut Akurat!

Novel kriminal dapat dengan mudah dirusak oleh kesalahan fakta. Saat penulis kini berusaha seakurat mungkin dalam sains, sebuah organisasi sains terkemuka AS menawarkan stempel persetujuan mereka pada buku dengan sisi sains akurat.

Ketika Sherlock Holmes mengatakan pada Watson bahwa hal itu sangat sederhana (elementary), hal itu memang sederhana.

Saat ini penulis fiksi kriminal menghadapi ladang ranjau sains dan teknologi yang kerap penting pada alur cerita tapi sulit untuk dijelaskan secara akurat.

Kini Washington Academy of Sciences (WAS), didirikan pada 1898 oleh Alexander Graham Bell, memperkenalkan stempel persetujuan pada buku-buku dengan fakta sains yang tepat.

Tidak seperti proses pada pembahasan kolegial, stempel ini terbuka untuk penulis misteri.

"Begitu banyak sains diterbitkan," kata Peg Kay, seorang penulis dan anggota WAS.

Ia menyalahkan tekanan komersial dan kurangnya editor yang baik atas penurunan kualitas.

"Editor kini hanya mengejar uang dan mereka menyerahkan fungsi editorial pada agen," kata dia. "Semua agen hanya tertarik pada pasar massal. Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang harus dipercaya karena tidak ada penyaringnya."

Presiden WAS Jim Cole mengatakan banyak orang menghadapi sains melalui fiksi dan acara televisi seperti CSI, yang dapat memberi kesan bahwa teknologi dapat memecahkan segala kejahatan.

"Sains yang dipahami masyarakat biasanya bukan sains yang benar," kata dia.

"Dengan kebebasan menerbitkan apa pun di internet, saya rasa hal ini akan menjadi isu besar di masa depan, mengenai apa yang benar dan apa yang tidak benar."
Kendala

Penulis-penulis yang sukses menyadari pentingnya penelitian seksama. Mereka juga menulis mengenai apa yang mereka ketahui atau seberapa cepat mereka membuat kontak dengan orang yang dapat menawarkan keahlian.

"Saya selalu khawatir saya akan membuat kesalahan," kata penulis terlaris New York Times John Gilstrap.

"Semakin detail tulisan tentang isu-isu teknis, semakin berisiko. Satu frase kecil yang salah, anda akan terkejut betapa banyak email yang akan anda terima dalam waktu singkat dan mengatakan bahwa anda melakukan kesalahan."

Gilstrap telah menulis 11 cerita, beberapa diantaranya menampilkan Jonathan Grave, seorang spesialis pembebasan sandera yang melompati hambatan-hambatan legal yang dapat membahayakan upaya resmi untuk menyatukan korban dengan keluarganya.

Jika Sherlock Holmes mengikuti jejak kaki, Jonathan Grave menggunakan teknologi telepon seluler GPS dan jejak dijital yang ditinggalkan kartu kredit untuk melacak targetnya.

Para ilmuan kerap tidak sepakat mengenai sains yang sesungguhnya. Apa yang terjadi jika mereka tidak setuju dengan sains dan teknologi yang mereka baca dalam kisah fiksi?

Kay dari WAS mengatakan akademi telah diminta untuk memberikan stempel persetujuan mereka pada seorang ilmuan syaraf yang terkenal dan sangat dihormati.

"Ia menciptakan sains mengenai syaraf," kata dia. "Kami tidak yakin apa yang harus kami lakukan karena jika orang yang mengulas bukunya kembali dan mengatakan bahwa pada halaman 365 ada kesalahan dalam sains dan ia mengatakan tidak ada, lalu apa yang harus kami lakukan?

Empat stempel telah diberikan sejak grup ini mulai memberikannya pada bulan Juni. Manuskrip kelima saat ini masih dalam pembahasan.

WAS berharap penulis lain akan menyerahkan karya mereka untuk memastikan tidak ada kesalahan fakta sains.[]

Follow Twitter kami di @CerpenHoror | Follow Google Plus kami di +Cerpen Horor 

Read more

Saturday, January 5, 2013

Ragam Twist Ending untuk Cerita Horor atau Misteri

Cerita horor atau misteri hanyalah salah satu genre fiksi. Penulis dianggap berhasil kalau pembaca berkomentar soal cerita horor  yang dibacanya, baik negatif maupun positif. Karena itu, hendaknya penulis yang ingin menulis cerita horor harus tahu bagaimana membuat twist ending cerita horor atau misteri yang menggigit. Well, di antara sekian banyak ragam twist cerita horor atau misteri, gua memetakan menjadi enam tipe:

Pertama: tipe Discovery | Pada tipe twist ini, tokoh protagonis akan menemukan jati dirinya sendiri atau jati diri dari tokoh lain yang sebenarnya. Informasi mengenai yang sebelumnya tidak ditampilkan akan dibeberkan di akhir cerita. Contoh dari tipe twist ini adalah film horor The Sixth Sense. Di mana, tokoh utamanya awalnya ditampilkan seolah masih hidup, namun di akhir film dibeberkan bahwa ia sebenarnya sudah mati. Film “The Others”-nya Nicole Kidman juga punya twist ending yang serupa.

Kedua: tipe Flashback | Yang ini mungkin banyak diadopsi dalam cerita horor Indonesia. Contohnya banyak film "Jelangkung" dan serial "Di Sini Ada Setan" memakai twist ini .

Ketiga: tipe Unreliable Narrator | Kalau diterjemahkan, artinya “Narator yang tak bisa dipercaya”. Cerita dengan twist ending ini biasanya memakai sudut pandang orang pertama. Nah, cerita dari sudut pandang si “aku” ini ternyata bukan kejadian sebenarnya. Bisa jadi si “aku” berbohong dalam ceritanya atau menutupi sesuatu, bisa juga ia mengalami semacam kelainan jiwa atau guncangan yang membuatnya berhalusinasi dan membuat pembaca/penonton “tertipu”, mengira apa yang disaksikan oleh si “aku” adalah kejadian sebenarnya (padahal bukan). Di akhir cerita, biasanya akan ditunjukkan kejadian sebenarnya. Contohnya adalah novel detektif “The Murder of Roger Ackroyd”-nya Agatha Christie, di mana si “aku”, yang adalah pembunuh sebenarnya, berusaha menutupi kenyataan lewat pengisahannya. Film horor Korea “A Tale of Two Sisters” juga demikian, di mana “aku” mengalami kelainan jiwa kepribadian ganda dan halusinasi.

Keempat: tipe Chekhov’s gun | Chekhov’s gun adalah sebuah benda, tokoh, atau kejadian yang muncul di awal cerita. Tapi, sepertinya tidak penting dan tidak pula disebut-sebut sampai menjelang akhir cerita. Walaupun demikian, benda, tokoh, atau kejadian ini memegang peranan penting dalam menciptakan twist ending. Misalnya, adegan penembakan si tokoh utama yang muncul di awal film “The Sixth Sense”, pada akhir cerita barulah kita sadar akan signifikannya adegan tersebut, saat kita diberi tahu bahwa si tokoh utama sebenarnya sudah mati.

Kelima: tipe Red Herring | tipe ini memberi pembaca petunjuk palsu dan membawa pada kesimpulan yang salah. Pada akhir cerita, baru semua kebenarannya dibeberkan. Red herring dapat dikatakan sebagai “kambing hitam”, orang yang kita kira merupakan pelaku/pembunuh, namun sebenarnya bukan. Umumnya, dipakai dalam cerita detektif.

Keenam: tipe Reverse Chronology | tipe ini berbeda dengan flashback. Dalam reverse chronology, yang ditampilkan pertama adalah kejadian akhir/akibat-nya. Lalu, ditampilkan urutan kejadiannya secara terbalik, dari kejadian yang paling belakangan sampai kejadian yang terjadi paling awal/sebab kejadian. Misalnya pada film “Memento”.

Oke, demikianlah ragam twist ending untuk cerita horor dan misteri.[]

Follow Twitter kami di @CerpenHoror | Follow Google Plus kami di +Cerpen Horor 

Read more

Tuesday, August 7, 2012

10 Kiat Menulis Fiksi Horor dari Stephen King

stephen king the king of horror
heyuguys.co.uk
Kalau pada postingan-postingan tentang tips menulis horor itu berasal dari pengalaman saya dan teman penulis horor Indonesia, kali ini saya ingin men-share tips menulis horor dari ahlinya langsung, tidak lain tidak bukan adalah Stephen King - si empunya horor. Tips ini saya dapatkan dari blog Cermindc. Mudah-mudahan berguna bagi kita semua yang menyukai tulisan dan cerita horor. Selamat membaca...

Bagi anda yang tertarik untuk menjadi penulis novel fiksi,atau baru mencoba-coba untuk menulis, mungkin buku karya Stephen King yang berjudul Stephen King-On Writing-A Memoir of the Craft bisa menjadi salah satu bahan bacaan anda.

Dalam buku ini, Stephen King, yang dijuluki “the King of Horror” karena karya-karyanya yang bergenre horor dan terjual jutaan copy, menuliskan autobiografinya sekaligus berbagi kiat – kiat dan pengalamannya dalam menciptakan karya – karya fiksinya.

Beberapa kiat yang saya temukan dalam buku ini, antara lain:

1. Belajarlah mengenali ide saat dia datang mendekatimu. Ide bisa datang kapan saja dan dimana saja, yang penting adalah apakah anda menyadari bahwa hal tersebut bisa diangkat menjadi cerita yang menarik.

2. Jangan menggunakan kata keterangan terlalu banyak. penggunaan banyak kata keterangan bisa membuat cerita fiksi menjadi membosankan dan terasa hanya seperti sebuah laporan tanpa membawa emosi pembacanya larut dalam cerita. (Untuk yang ini saya masih kurang ngeh maksudnya, ada yang bisa menjelaskanya, silakan berkomentar di kotak komentar)

3. Tulis apa yang ingin anda tulis! Kalau anda merasa terinspirasi untuk menulis cerita drama, horor, atau apapun, jangan ragu – ragu untuk memulai menuliskannya.

4. Gunakan kalimat – kalimat yang lugas. Kalimat – kalimat yang singkat dan lugas akan membangkitkan daya imajinasi para pembaca. Daripada mendeskripsikan setiap hal dalam cerita anda secara detail, mungkin ada baiknya anda hanya menuliskan satu kalimat singkat untuk menggambarkannya dan biarkan para pembaca anda mempunyai gambaran sendiri tentang hal tersebut.

5. Jangan menetapkan tema. Mulailah menulis dari satu kejadian yang ingin anda tulis. lalu kembangkan ceritanya dari titik itu, biarkan tokoh – tokohnya bercerita sendiri. Akhirnya lakukan penulisan ulang cobalah temukan “sesuatu” yang menjadi benang merah yang ingin disampaikan oleh cerita tersebut, perjelas “sesuatu” tersebut.

6.  Gunakan hal-hal yang anda ketahui hanya untuk memperkaya cerita. Misalnya hal – hal dalam pekerjaan anda. Kebanyakan orang mungkin tidak tertarik untuk mengetahui bagaimana keseharian seorang penjaga toko, tapi petualangan seorang penjaga toko yang menyaksikan pembunuhan dan diburu sekelompok penjahat bisa menjadi cerita yang menarik.

7.  Perbanyak membaca, dan banyaklah menulis! Karya penulis lain bisa memberi anda inspirasi dan membantu anda untuk menemukan gaya menulis anda sendiri.

8.  Tetapkan waktu yang teratur setiap hari untuk menulis. Kalau anda sudah memiliki jadwal tertentu untuk menulis, menulis pada akhirnya mungkin menjadi kebiasaan anda dan anda bisa menuliskan novel anda sendiri.

9.  Menulislah di ruangan tertutup. anda harus punya tempat pribadimu untuk menulis. Hal ini diperlukan agar konsentrasi anda saat menulis tidak terganggu.

10.  Bacalah tulisanmu, hanya untuk dirimu sendiri. Setelah anda bisa memahami tulisan anda sendiri, berbagilah dengan pembaca pertama anda dan minta pendapatnya.

Inilah 10 tips menulis cerita horor ala Stephen King - The King of Horror. Selamat menerapkan pada tulisan anda.
Read more

Tuesday, July 3, 2012

9 Tips Menulis Cerita Thriller Ala Wargakampungwr04

Cerpen Horor - Pada postingan sebelumnya di hari Selasa lalu, tim redaksi Cerpen Horor telah menyajikan kepada kalian bagaimana menjadi penulis horor. Seperti biasa, pada hari Selasa kali ini tim redaksi Cerpen Horor akan membagikan bagaimana cara menulis cerita horor. Postingan kali tidak ditulis sendiri oleh tim melainkan mengambil dari blog Wargakampungwr04. Berikut di bawah ini 9 tips menulis cerita thriller:


Thriller atau cerita getaran  dalam bahasa Inggris  adalah sebuah tipe literatur, film dan televisi yang memiliki banyak sub-tipe di dalamnya. Kata tersebut berasal dari kata bahasa Inggris yang dapat diartikan secara bebas sebagai “petualangan yang mendebarkan”. Tipe alur ceritanya biasanya berupa para jagoan yang berpacu dengan waktu, penuh aksi menantang, dan mendapatkan berbagai bantuan yang kebetulan sangat dibutuhkan yang harus menggagalkan rencana-rencana kejam para penjahat yang lebih kuat dan lebih lengkap persenjataannya. (Pusat Bahasa Diknas- Glosarium)

Gimana cara nulis cerita thriller? Simak ya, aku mau bagi-bagi tips cara nulis cerita thriller ala Erlinda Jilly Madhan.

1. Suplai Semangatmu
Terkadang ada keinginan untuk menulis tapi inspirasi lagi main petak umpet, atau inspirasi sedang merayu-rayu untuk segera diciptakan menjadi sebuah karya, eh semangat menulisnya malah kabur entah kemana. Sekarang, ayo suplai semangatmu! Ingat lho, penulis thriller adalah penulis yang mempunyai jiwa energik untuk memecahkan sesuatu misteri dan menyukai tantangan dalam bentuk apapun. Mulailah dengan membayangkan seseorang yang merasa puas setelah selesai membaca karyamu. Dengan niat yang mulia itu, maka karyamu akan terasa bermakna.

2. Mulai memilih
Tentukan jenis thriller yang menurut kita menarik untuk dipecahkan misterinya. Berikut saya kutip beberapa jenis cerita thriller dari Wikipedia

Thriller dapat meliputi sub-tipe berikut ini (yang bisa meliputi elemen dari tipe cerita lainnya :)
Action Thriller - karya tipe ini seringkali berupa situasi berpacu dengan waktu, menampilkan banyak adegan kekerasan dan seorang tokoh antagonis yang jelas. Film-film tipe ini menggunakan banyak senjata, ledakan dan perlengkapan yang sangat banyak untuk merekam adegan-adegannya. Film-film ini seringkali memiliki elemen film misteri dan film kriminal, tapi elemen-elemen ini tidak ditonjolkan. Contoh-contoh paling jelas untuk tipe ini adalah film-film James Bond, The Transporter, dan novel/film Jason Bourne (Bourne Identity, Bourne Supremacy, Bourne Ultimatum).

Conspiracy Thriller - karya tipe ini menampilkan seorang jagoan yang menghadapi sebuah kelompok musuh yang berkuasa dimana suatu kebenaran dari perjuangannya itu hanya jagoan tersebut yang tahu. The Chancellor Manuscript dan The Aquitane Progression karya Robert Ludlum masuk dalam kategori ini, seperti juga film-film Three Days of the Condor dan JFK.

Crime Thriller - karya tipe ini adalah gabungan dari thriller dan film kriminal yang menampilkan cerita tegang dari sebuah atau beberapa tindakan kriminal yang sukses atau gagal. Film-film ini lebih berfokus pada tokoh penjahatnya daripada pada pihak polisi. Tipe ini biasanya menekankan faktor adegan aksi daripada aspek psikologis. Topik utama dari film-film ini termasuk pembunuhan, perampokan, pengejaran, baku-tembak, dan pengkhianatan. Contohnya adalah film The Killing, Seven, Reservoir Dogs, Inside Man, and The Asphalt Jungle.

Disaster Thriller - karya tipe ini menceritakan konflik yang terjadi karena bencana yang disebabkan oleh alam maupun oleh manusia, seperti banjir, gempa bumi, badai, letusan gunung berapi, dan bencana alam lainnya, atau bencana nuklir sebagai bencana yang disebabkan oleh manusia. Contoh film tipe ini seperti Twister, Perfect Storm, dan Volcano.
Psychological Thriller - karya tipe ini memiliki elemen thriller yang menitikberatkan pada tekanan psikologis yang dihadapi masing-masing karakter. Film-film tipe ini biasanya berjalan lebih lambat dan melibatkan banyak pengembangan karakter tokoh-tokoh dan alur cerita yang penuh kejutan. The Illusionist, The Number 23, The Sixth Sense, dan The Prestige adalah contoh-contoh film tipe ini.

Eco-Thriller - dalam karya ini sang tokoh protagonis harus menghindarkan atau memperbaiki sebuah bencana alam atau bencana biologis, disamping harus berhadapan dengan musuh-musuh atau tantangan-tantangan yang ada di cerita thriller lainnya. Komponen lingkungan hidup seringkali menjadi pesan utama atau tema dari cerita. Contoh tipe thriller ini adalah The Loop karya Nicholas Evans, Echoes in the Blue karya C. George Muller, dan Elephant Song karya Wilbur Smith. Semua karya ini menonjolkan masalah-masalah lingkungan hidup yang nyata.

Erotic Thriller - tipe ini menggabungkan unsur erotis dan thriller. Tipe ini menjadi laris sejak era 1980-an dan berkembangnya penetrasi pasar VCR (salah satu tipe perangkat pemutar kaset video). Termasuk dalam tipe ini adalah film-film Basic Instinct dan Fatal Attraction.

Horror Thriller - dalam tipe ini, konflik antara tokoh-tokoh di dalamnya terjadi secara mental, emosional dan fisik. Dua contoh terbaru dari tipe thriller ini adalah film-film Saw dan 28 Days Later karya Danny Boyle. Apa yang paling membedakan Horror Thriller adalah elemen ketakutan yang dijunjung sepanjang cerita. Tokoh-tokoh utamanya tidak hanya berhadapan dengan musuh yang lebih kuat, tapi pada akhirnya mereka menjadi korban setelah merasakan ketakutan yang luar biasa akibat menarik perhatian sang musuh/monster.

Contoh film lainnya adalah Psycho karya Alfred Hitchcock dan Silence of the Lambs karya Thomas Harris.
Legal Thriller - Para pengacara jagoan berhadapan dengan musuh-musuh mereka dalam tipe thirller ini, baik di dalam maupun di luar ruang persidangan, baik membahayakan kasus yang mereka perjuangkan maupun nyawa mereka sendiri. The Pelican Brief karya John Grisham adalah contoh terkenal dari film bertipe ini.

3. Membaca dan Mencari Referensi
Jangan biarkan tulisan kita kosong tidak bermakna. Kita harus bisa menaburkan benih-benih ilmu pengetahuan dan pesan yang positif kepada pembaca, baik secara tersirat maupun tersurat. Meskipun untuk cerita thriller yang notabene seran dan menegangkan tetap harus bermakna ya :)

4. Hadapi Tantangan Itu!
Mulailah duduk di depan meja kerja, baik menulis via komputer ataupun dengan pena dan kertas. Jangan pikirkan apa yang akan kamu tulis, tapi tulislah apa yang kamu pikirkan (dikutip dari postingan Hylla Shane Gerhana). Karena pikiran negative ketika sebelum menulis itu bisa meracuni kita sehingga menjadi malas untuk menulis. Misalnya pikiran takut ceritanya jelek, takut EYD-nya ancur, dan sebagainya. Mulai sekarang bungkus pikiran itu dengan rapi. Lalu lempar jauh-jauh sampai ke neraka.

5. Siapkan Samurai
Buat apa? Ya, buat membunuh, dong! Eits, bukan membubuh mahluk hidup, lho! Samurai ini hanya kiasan saja. Bisa kita gunakan sewaktu-waktu untuk membunuh rasa malas kita ketika sedang berada di pertengahan menulis cerita thriller dan mentok karena rasa malas yang membumbata. Samurainya bisa berupa music kesukaan kita, camilan ringan, atau foto motivator kita (bisa foto orangtua, saudara, sahabat atau pacar kita).

6. Pembaca Adalah Raja
Sajikanlah cerita thriller yang seru untuk para pembaca karya kita. Jangan biarkan mereka hampa tanpa ekspresi ketika membacanya. Permainkan imajinasi mereka dengan tahap demi tahap cerita thriller kita. Menurutku, cerita thriller yang seru itu bila diurutkan seperti ini :

- Tahap 1
Buatlah cerita thriller kita dengan sesuatu yang membuat si raja bertanya:

  • Apa?
  • Kenapa?
  • Atau, siapa?

- Tahap 2
Aduk-aduk kembali rasa penasaran si raja sampai raja berpikir perlu menyelesaikan cerita sampai ending. Tunjukkan sedikit demi sedikit inti-inti permasalahan.

- Tahap 3
Ledakkan bommu sekarang!
Biarkan si raja terkaget-kaget dengan ending cerita thriller kita. Jangan biarkan si raja merasa kebingungan, jelaskan penyelesaian masalah sampai tuntas tas tas !

7. Bunuh Hantunya
Setelah menyelesaikan cerita thriller, jangan lupa diedit penulisan kata-kata dan EYD-nya, ya. Jangan seperti Erlinda Jilly Madhan yang menulis seperti membuat telur ceplok, selesai, sajikan, makan…hahaha (dilarang keras meniru)

8. Awas Barang Tiruan
Sebagai penulis thriller yang berbakat, usahakan tidak meniru cerita-cerita yang sudah pernah ada. Mari bermain dengan imajinasi kita sendiri. Ingat ya teman, meniru bisa membunuh kreatifitas kita J

9. Bila masih belum bisa menulis cerita thriller juga, kembali ke point satu dan teruslah melatih kemampuan menulis yang kita miliki. Ada pepatah cantik, ala bisa karena biasa. Selamat mencoba dan berkarya…

Selamat menerapkan :)
Read more

Monday, June 25, 2012

Bagaimana Menjadi Seorang Penulis Cerpen / Novel Horor

Cerpen Horor - Selasa lalu kita sudah membicarakan mengenai cara mencari referensi untuk menulis cerpen / novel horor. Dan pada Selasa ini kita akan membicarakan hal-hal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang penulis cerpen / novel horor. Tentu saja, seorang penulis cerpen / novel horor bisa dikatakan tidak jauh berbeda dengan penulis fiksi genre lainnya. Berikut ini tim redaksi Cerpen Horor akan menjelaskan:

Bagaimana Menjadi Seorang Penulis Cerpen / Novel Horor
lessonstream.org

1. Pahami Referensi yang Kamu Miliki
Menulis fiksi adalah menulis kreatif. Dalam proses penulisan kreatif, imajinasi memang berperan sangat penting. Namun, untuk memperluas imajinasi, kamu membutuhkan referensi yang banyak. Ketika referensi kamu banyak dan imajinasi kamu banyak, tentu akan sangat mudah menciptakan 'dunia' cerita horor kamu.

2. Bawalah Buku Catatan Kemana Pun Kamu Pergi
Ide bisa didapat di mana saja. Secepat ia datang, secepat itu juga ia pergi. Untuk mengikat ide supaya ia tidak pergi lagi maka butuh dicatat. Kita tidak hanya mencatat juga harus mengingat. Tapi membuat catatan tetap lebih baik ketimbang kita kehilangan semua ide itu seandainya kita lupa.

3. Membaca
Menulis tanpa membaca? Mustahil bisa. Dengan banyak membacalah, kita dapat belajar dari penulis lain. Cara menulis, cara mereka mengungkapkan permasalahan dalam tulisannya. Karena itu, membaca merupakan salah satu cara agar kita bisa menjadi penulis.

4. Bertemu dengan Orang Lain
Hal inilah yang jarang dilakukan oleh banyak penulis di Indonesia. Walaupun cerita horor berkaitan dengan hantu dan setan, namun karakter tokoh manusia yang kuat tetap dibutuhkan. Aktivitas menulis adalah aktivitas kesendirian. Jika tidak kuat bisa bikin stres. Karena itu, bertemu dengan orang lain menyeimbangkan aktivitas kesendirian. Selain juga berfungsi sebagai membuat karakter.

Itulah 4 cara untuk menjadi seorang penulis cerita horor versi Cerpen Horor.

Tim redaksi Cerpen Horor

Read more

Monday, June 18, 2012

3 Kiat Mencari Referensi untuk Menulis Novel / Cerpen Horor

Banyak orang takut menulis novel / cerpen horor karena ketakutan sendiri. Meski sebenarnya cerita horor sama dengan cerita lainnya. Saat sudah menyukai cerita horor bisa jadi malah kecanduan membaca cerita horor dengan suspence yang menarik dan mendebarkan.

Cerita horor yang menarik dan mendebarkan sangat disukai pembaca. Hal tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari peran penulis merangkaikan kalimat demi kalimat dan mengolah referensi dengan baik.

Seperti biasa, setiap hari Selasa akan diposting website Cerpen Horor akan membagi kiat menulis cerita horor. Pada kesempatan kali ini, tim redaksi cerpen horor akan membagikan kiat mencari referensi untuk menulis novel /cerpen horor, yaitu:

1. Kultur pasar naskah anda

Oke, kita umpamakan saja, anda menulis di Indonesia. Tentu saja banyak kultur (budaya) Indonesia sangat beragam dan banyak yang bersentuhan dengan misteri-misteri yang masih terselubung. Anda bisa menggabungkan beberapa kultur ini di dalam tulisan anda.

Pocong, kuntilanak, genderuwo merupakan kultur yang berkembang di bumi Indonesia. Anda dapat menggunakan kultur tersebut dalam jalinan cerita anda, meskipun kultur orang masa kini sudah bosan dengan cerita mengenai hantu-hantu tersebut, tetap saja ada sisi menarik yang bisa anda tulis. Buat perbedaan dengan menambah jumlah referensi anda.

2. Datangi tempat-tempat wingit

Saya tidak sedang mengajari anda untuk bertapa di suatu tempat. Tapi proses mendapatkan ide juga bisa dimulai dengan datang ke lokasi yang akan anda masukkan di dalam naskah anda. Tentu saja yang menurut anda cocok.

Pelajari sejarah tempat tersebut, anda dapat mewawancarai beberapa orang setempat untuk memperoleh keterangan. Jika diperlukan foto tempat tersebut supaya bisa anda lihat lagi kemudian hari. Saya pernah membuktikannya.

3. Cocokkan satu sumber dengan sumber lainnya

Mengklarifikasi sumber disebut mengkritik. Walaupun tulisan yang anda buat adalah fiksi, namun tulisan anda harus tetap berada dalam jalur yang benar dan logis. Sekali tidak logis, pembaca anda akan ngedumel.

Kiranya itu saja yang bisa tim redaksi jabarkan dalam postingan kiat menulis novel / cerpen horor. Pengembangannya tergantung kemampuan dan kemauan anda.

Sumber gambar:
nadiabocil.blogspot.com
Read more