Showing posts with label Horor Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Horor Yogyakarta. Show all posts

Sunday, January 13, 2013

[Cerita Misteri] Menikmati Tubuh Wanita Setan

Panggil saya Light. Saya punya cerita horor yang saya alami sendiri akhir 2010-an. Kala itu, saya masih bekerja sebagai recepsionis di salah satu losmen di Yogyakarta. Mungkin inilah satu-satunya cerita horor saya yang menggairahkan dan menegangkan. Saya akan menceritakan pengalaman menikmati tubuh wanita yang bukan pasangan saya. Namun, si pemilik tubuh ini bukanlah manusia, melainkan… anda tahu bukan? Jadi, sebaiknya, saya ceritakan saja kisah ini, dari awal… Oke? ;-)

***

Sebagai perantauan yang bekerja di losmen di Yogyakarta, saya jarang pulang kampung. Saya tidur di kamar tempat karyawan yang letaknya agak di belakang.

Suatu malam, saat badan saya beranjak ke peraduan untuk beristirahat tanpa menutup pintu karena antara pikiran dan badan sudah tidak balance. Itu berartinya, saya sungguh terlalu lelah. Maklum saja, karena saat liburan sekolah, banyak sekolah-sekolah dari luar Yogyakarta menginap di losmen tempat saya bekerja.

Setelah merebahkan diri di kasur, saya sudah berada di batas antara sadar dan tidak sadar. Tepat saat itu, saya melihat sekelebat bayangan melalui celah pintu. Entah kesalahan saya dalam melihat atau tidak, kuat dugaan bayangan tersebut adalah bayangan seorang wanita. Padahal, seingat saya, beberapa hari lalu dan tadi tidak ada tamu wanita. Yang ada hanyalah anak-anak murid putri dari sekolah luar Yogyakarta tersebut. Walaupun bingung, saya lanjutkan tidur karena memang tidak bisa berpikir jernih.

Wanita ini masuk ke kamar dan membangunkan saya dengan cara menyentuh kaki saya. Sambil kriyep-kriyep, saya membuka mata. Melihat siapa yang telah berani menyentuh kaki saya dan membuat saya terbangun! Tidak disangka, ternyata yang telah melakukannya adalah seorang wanita yang, bagi saya, sangatlah cantik.

Kalau saya gambarkan, tubuh wanita itu sangatlah montok, parasnya ayu keibuan, dan lembut. Sesudah saya terbangun, wanita itu bukannya pergi, malah memijit lembut kaki saya. Saya sih membiarkannya memijit kaki saya. Karena, enak. Kucing dikasih ikan asin, siapa tidak suka?

Saya merasakan, pijitan wanita ini membuat saya terangsang. Entah, siapa yang memulai, tiba-tiba aku sudah mulai menikmati tubuh wanita itu dan terjadilah pergumulan singkat, lima menit. Sungguh, rasanya berbeda dibandingkan istri saya. Ini sangat lembut...

Selesai menikmati pergumulan singkat itu, si wanita berkata, “Terima kasih telah memberiku benih. Aku tidak akan mengganggu kamu lagi.” Wanita itu lalu menghilang dengan meninggalkan asap putih begitu saja. Saya hanya bengong menyaksikan pemandangan seperti itu.

Keesokan harinya, saya pergi ke Kyai menanyakan apa yang telah terjadi pada saya. Jawaban Kyai sungguh di mengejutkanku. “Yang telah kamu gumuli itu tubuh wanita setan...” []
Read more

Saturday, January 12, 2013

Hantu Goyang Kursi

Gue kan kerja di redaksi penerbitan yang kantornya mirip rumah biasa. Di sini gue bekerja sambil menjaga kantor. Di kantor gue memang sudah adatnya pulang malam, bahkan sampai menginap. Entah, lembur atau sekadar main game online. Malam saat Tia melihat hantu goyang kursi, teman-teman yang biasanya lembur atau main game online pulang semua, tinggal gue sama Tia. Ini juga karena suaminya telat menjemput.

Karena lama dan gue keburu lapar, gue tinggal Tia ke warung pecel lele buat makan. Baru pesen dan belum selesai si abang menggoreng, handphone gue berdering. Ternyata, Tia yang menghubungi. Sebelum ngangkat, gue mengira dia mau nitip, eh… ternyata dia nyuruh gue balik ke kantor. Waktu gue sampai kantor, gue menemukan Tia lagi nongkrong di depan kantor. Mukanya pucat dan matanya agak berair.

“Lu kenapa, Ti?”

Tia menggeleng tanda tidak ada apa-apa. Gue ingat kalau seorang cewek bilang tidak ada apa-apa berarti yang terjadi adalah sebaliknya.

“Lu berantem sama suami?” gue bertanya.

Lagi-lagi Tia menggeleng. “Gue ikut lu ke warung pecel deh. Nanti gue ceritain. Suami gue biar jemput di sana aja.”

Di warung, barulah Tia menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi.

Sepeninggalnya gue, Tia nunggu di ruang tamu kantor yang bentuknya memang rumah yang disulap jadi kantor. Lampu-lampu di beberapa ruangan sudah dimatikan, kecuali ruangan tamu karena ada Tia. Ruangan tamu itu berhadapan dengan ruang administrasi yang gelap.

Saat Tia tengah browser internet lewat handphone, terdengarlah bunyi kriet beberapa kali. Tanpa punya pikiran buruk, Tia melongok ke dalam. Betapa terkejutnya dia waktu melihat di dalam itu ada hantu goyang kursi, maksud gue memainkannya. Sontak, Tia langsung keluar dan menelepon gue.

Tidak beberapa lama setelah Tia cerita, suami Tia datang menjemputnya. Gara-gara cerita Tia soal hantu goyang kursi gue kebayang-bayang. Gue mikir beberapa kali di warung pecel lele sebelum akhirnya balik ke kantor. Duh![]

Follow Twitter kami di @CerpenHoror | Follow Google Plus kami di +Cerpen Horor 

Read more

Friday, December 28, 2012

Cerita Horor: Pindah Rumah Gara-gara Diganggu Makhluk Halus

Sebut saja nama yang sharing cerita horor ini: N. Cewek, cantik, kuliah.

Saat ini N tinggal berdua di Yogyakarta di rumah omanya. Rumah omanya cukup besar. Sehingga, banyak ruang-ruang kosong. Sementara yang diruang dibutuhkan mereka hanya dua. Kamar tidur N dan kamar tidur oma.

Sebetulnya oma tengah mengupayakan agar rumah ini dijual. Karena, banyak kenangan di rumahnya ini, termasuk kenangan terhadap almarhum suaminya. Tapi, menjual rumah bukan menjual keripik Maichi yang terkenal pedas itu yang sekali promo di Twitter langsung laku. Padahal, beragam upaya sudah dilakukan oma N. Dari promosi iklan koran, hingga di situs rumah123.com yang terkenal itu belum membuahkan hasil. Sudah dua tahun belum ada pembeli yang mau membeli. Mungkin karena mahal. Mungkin karena terlampau luas tanah dan bangunanya. Entahlah... Yang jelas saat ini, mereka berdua masih tinggal di rumah ini.

N sebetulnya kurang mendukung keinginan sang oma untuk menjual rumah ini. Sejak kepergian almarhum opa, sementara mereka berdua hanya punya satu anak yaitu papanya -banyak kenangan tersisa yang menurut N sangat tidak layak untuk dibuang begitu saja. Tapi karena banyak kejadian horor, N mengubah pikirannya.

Pernah N waktu pulang kuliah -mungkin kecapekan- dia langsung masuk kamar. Eh, di jendela tampak sesuatu-yang-kita-ketahui-bersama dan nggak mau disebut namanya oleh N. Beberapa kali N melihat penampakan itu, bahkan sampai terbawa mimpi.

N kemudian ngobrol sama temennya yang mempunyai kemampuan cenayang. Ternyata, temennya bilang kalau sesuatu-yang-kita-ketahui-bersama dan nggak mau disebut namanya oleh N itu berasal dari pohon waru di sebelah rumahnya yang berhadapan langsung dengan jendela kamarnya.

Setelah mengetahui itu, N lalu mendukung omanya untuk menjual rumah ini. Dan tahun 2011 lalu, mereka sudah berhasil menjual rumahnya dan tinggal di rumah yang lebih kecil dan lebih nyaman.[]

Follow Twitter kami di @CerpenHoror

Read more

Thursday, December 27, 2012

Cerita Horor: Diusilin Tukang Bakso, Pesaing Sebelah

Halo kenalin nama saya: Leo -biasa dipanggil Kemplonk. Saya punya cerita horor yang pernah menimpa saya beberapa waktu silam, saat saya buka warung makanan.

Saya emang suka banget berbisnis. Itu sudah cita-cita saya sejak kuliah. Apapun yang menguntungkan akan saya jalani. Misalnya, beberapa tahun silam lagi ramai konter pulsa, saya pun buka konter pulsa. Dan syukur ramai. Tapi, karena sudah banyak pesaing, saya memilih ganti usaha.

Nah, usaha saya saat mengalami pengalaman horor adalah usaha ketiga. Karena, saya punya lahan di pinggir jalan yang lokasinya tak jauh dari kampus, makanya saya kepikiran buka warung makan. Dengan pengetahuan yang pas-pasan soal usaha warung makan, saya coba merekrut koki masak beserta pelayannya, setelah semua perlengkapan warung saya cukupi. Saya ingat para motivator berkata, "Yang penting action dulu, risiko belakangan."

Semua sudah siap. Bukalah warung makan pertama saya. Karena letaknya strategis secara otomatis pelanggan mulai cepat berdatangan. Tapi, berani sumpah, saya nggak pakai penglaris dalam usaha makanan saya ini. Selama beberapa waktu semua berjalan dengan lancar. Nggak ada halangan suatu apa.

Lama-lama, kejadian aneh satu per satu berdatangan.

Pertama, koki yang masakin masakan di warung saya, bingung. Tiap kali menanak nasi, setelah matang dalam beberapa jam saja, nasi sudah basi. Bahkan, pernah ditemukan kecoak di dalamnya. Saya yang nggak percaya kemudian menjajal sendiri. Hasilnya, saya juga mengalami apa yang dialami oleh koki saya.

Kedua, masakan yang dimasak koki saya, tiba-tiba saja ada kecoaknya. Padahal, sepengakuan koki saya, nggak ada kecoak saat dimasak dan setelah matang.

Ketiga, hampir setiap pagi, selama beberapa waktu, depan warung saya selalu penuh dengan aneka kembang yang dipakai untuk mengguna-gunai. Ada kembang kantil, ada kembang melati, ada kembang, ah saya lupa namanya.

Saya nggak kepikiran aneh-aneh sebetulnya, tapi koki saya yang menjelaskan kepada saya mengenai hal ini. Dia mengatakan kapan kira-kira kejadian aneh ini berlangsung. Koki saya bilang, kejadian aneh ini terjadi saat ada tukang bakso yang buka di sebelah saya.

Apa tukang bakso sebelah warung makan saya yang melakukannya? Ah, saya nggak mau mencurigai seseorang.

Karena koki saya meminta mundur, saya pun akhirnya mundur. Usaha warung pun saya tutup. Kata-kata motivator pun saya ubah kembali, "Setelah melakukan action, yang penting menilai keadaan. Jika memungkinkan dan memiliki amunisi silakan lanjutkan. Jika tidak, lihat sekeliling anda."

Saya cerita begini bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk pelajaran bagi siapa saja yang ingin membuka usaha. Khususnya warung makan. Terima kasih kepada blog Cerpen Horor yang sudah menerbitkan artikel saya ini.[]

Follow Twitter kami di @CerpenHoror

Read more

Tuesday, November 27, 2012

Siapa Membakar Sampah Magrib Ini?

Sekitar 1990-an, Klaten - salah satu bagian dari Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Yogyakarta - masih belum seramai sekarang. Kampung kami, yang terletak di sebelah selatan daerah Bayat, memang masih jauh dari kata modern seperti sekarang. Namanya zaman dulu, belum ada wc di rumah. Orang-orang sekampungku kalau mau buang air besar biasanya ke sungai, walaupun pada malam hari. Masih mending kalau sungainya dekat dengan rumah. Rumah pun masih jarang-jarang. Penerangan jalan juga masih sedikit.

Kejadian ini terjadi pada malam Jumat, saat aku dan kakak sepupuku hendak ke sungai. Yah, kira-kira menjelang Magrib. Kami berjalan tempat sampah sebelum sampai di sungai. Aku melihat tempat sampah terbakar oleh api yang lumayan besar.

Aku menggumam sama kakak sepupuku, "Siapa yang bakar sampah Magrib gini?"

Kakakku itu sih hanya mengedikkan bahu tanda tidak mengerti. "Enggak tahu, Dek. Iya, siapa sih yang bakar sampah jam segini? Ntar kalau kebakaran gimana?"

Tapi, omongan kami itu cuma hanya jadi grenengan saja. Toh, kami tetap ke sungai untuk buang air besar. Namun, anehnya, begitu kami selesai memenuhi kebutuhan di sungai kami kembali - sekitar setengah tujuh malam. Agak-agak aneh, begitu melewati tempat sampah, kami tidak menemukan satu pun sampah yang terbakar. Semua seperti semula.

Kami berdua diam saja. Tak berbicara satu sama lain. Kecuali, kakakku memberi kode sentuhan tangan kepadaku untuk segera... lariiiii!!! Kami sampai di rumah dengan cepat. Setiba di rumah, ibu terkejut melihat kami ngos-ngosan seperti orang dikejar setan. Kami ceritakan peristiwa yang barusan kami alami. Ibuku malah bilang, "Namanya juga malem Jumat, kalo di situ itu memang 'penunggunya' banyak. Namanya tempat sampah, setan kan suka tempat-tempat yang kotor dan sepi."

Aku bergidik membayangkan kejadian malam itu.[]

Penulis: Chucky

______

Dukung blog ini dengan menjadikan Google + Chucky sebagai bagian dari lingkaran teman.
Read more

Tuesday, October 9, 2012

Cerita Horor: "Penghuni" Benteng Van der Wick

penghuni-benteng-van-der-wick [cerpen horor]

Assalamualaikum, saya Dimas dari Depok. Saya ingin berbagi salah satu pengalaman horor yang tak terlupakan. Saya duduk di bangku kelas 8 SMP sekarang.

***

Sebut saja saya si A dan saya mempunyai 4 teman dekat saya sebut saja si B, C, D dan E. Dua bulan yang lalu kami mengadakan kunjungan ke Yogyakarta. Setelah berbagai aktivitas akhirnya malam pertama pun tiba.

Pengalaman di malam pertama ini ketika kami tiba di suatu hotel untuk beristirahat agar bisa kembali melanjutkan perjalanan esok hari. Tetapi, semua itu di luar rencana saya dan si B. Kami adalah sahabat yang dekat sekali, ke mana-mana pun selalu bersama. Nah, kebetulan kami berdua mempunyai banyak pengalaman tentang hal mistik, jadi kami menganggap hal itu wajar.

Malam itu di "hotel angker" kami semua menginap. Kebetulan saya nyasar di hotel itu. Ketika itu waktu menunjukkan pukul 23.00 dan saya sedang sendirian mencari kamar. Saat saya melewati ruang makan yang gelap, ketika itu saya melihat hal yang tidak wajar, salah satunya adalah ada perempuan yang sedang menangis di pojokan.

Lalu, karena saya kira itu anak sekolah kami maka saya dekati anak itu dan saya bertanya-tanya. Tetapi, dia langsung menengok ke saya dan tidak berkata apa-apa. Ketika saya menengok ke belakang, dia langsung berada di pandangan saya. Nah, saya tengok lagi ke depan dan dia sudah tidak ada. Hal itu langsung saya abaikan...

Saya melanjutkan mencari kamar dan saya menemukan kamar. Ketika itu suasana langsung sepi ketika pukul 23.30 dan banyak kejadian yang saya bersama si B alami..

Lanjut saja, inilah kejadian di benteng...

Nah setelah banyak pengalaman kami lalui. Kami tiba di Benteng Van Der Wijck. Kami tiba disana pukul 16.00 dan sempat melihat-lihat benteng sampai pukul 17.30. Nah waktu itu banyak sekali kejadian yang tidak wajar yang kami berlima lalui.

Di lain waktu... Rahasia yang tidak diketahui rombongan sekolah kami adalah yaitu adanya ruang bawah tanah di tengah benteng tempat penggantungan hukuman mati. Kebetulan di sini ada kompleks militer, tempat ini sepi tidak ada petugas bahkan yang diketahui hanya ada rombongan sekolah kami saja.

Nah, ketika malam hari suasana lebih sepi lagi. Ketika pulang sholat Maghrib dan Isya saya dan teman-teman langsung menyerbu benteng, yah bisa dibilang "sok-sok-an berani" dan menantang masalah datang.

Waktu semakin larut menunjukkan pukul 20.30. Ketika itu saya berlima banyak mengalami kejadian aneh-anehlah. Lalu, teman saya meminta agar diantar ke toilet dan kami berlima pun ke toilet. Saya dan si B ditinggal kabur si C, D, E karena sesuatu.

Selesai BAK teman saya langsung bersikap aneh dan si B pun berteriak "Awas di belakang lu". Lalu dia pun cerita, setelah keluar toilet katanya "Tadi ada wanita tua memakai baju putih dengan muka penuh darah". Lalu, saya menengok ke belakang dan waaa... saya pun langsung kabur karena melihat muka tembus pandang di belakang kami dan di pohon.

Nah, selanjutnya kami berdua melihat anak-anak yang wajahnya berlumuran darah. Dan malam itu kami sebut malam kacau karena tidak berjalan sesuai rencana dan banyak kejadian yang kami alami...

Penulis: Dimas | Cerita-misteri | Pic
Read more

Wednesday, October 3, 2012

Satu Cerita Horor di Toko Pigura

Cerita horor, cerita seram, cerpen horor, cerita misteri, cerpen misteri, kuburan cina

Nama gw Eka. Gw mau cerita tentang pengalaman horor gw waktu kuliah di Jogja.

Langsung aja yuk...

Temen gw kan punya toko pigura yang belakangnya persis sebuah kompleks kuburan Cina kuno. Yeah sudah ada di sana selama puluhan tahun.

Waktu gw kuliah, kompleks kuburan Cina itu lagi dibongkar untuk pembangunan mesjid. Jarak antara toko pigura temen gw sama kuburan tuh cuma beberapa aja. Gw bahkan sering duduk di atas semen kuburan Cina itu.

Beberapa kali sih gw mencium aroma melati, dupa, dan sejenisnya. Hawa-hawa dingin, semacam hawa siluman kalo di film-film hantu, juga sering lewat. Biasanya, gw langsung merinding kedinginan. Gw anggap semua biasa aja. Maklum deket kuburan. Namun, kejadian sehabis magrib itu yang bikin gw nggak pernah lupa.

Kejadiannya seingat gw begini...

Habis magrib jam setengah tujuh apa jam tujuh gitu, toko pigura temen gw tutup. Yeah, mungkin karena hari Minggu tak ada pembeli yang datang. Kalo pun ada paling sedikit. Karena itu, semua barang-barang dimasukin. Gw juga ikut bantu-bantu masukin barang. Tapi, gw bantuin bawa yang ringan-ringan aja.

Gw liat di luar toko ada dingklik (sejenis bangku kecil dari kayu, red.). Nah, dingklik itu mau gw pindahin karena ganggu orang lewat. Eh, pas coba gw angkat. Buseng dah. Gw nggak kuat. Padahal itu dingklik cuman kecil.

Gw bilang sama temen gw. "Kok, dingkliknya berat banget ya?"

"Ah, masa' sih?"

Gw sama temen gw pun coba angkat berdua dingklik itu. Namun, tetep aja nggak kuat. Temen gw yang emang orang situ langsung tanggap.

Di langsung ngomong, "Tolong pindah sebentar dong. Saya mau minggirin ini kursi biar nggak ganggu orang lewat."

Begitu temen gw bilang kayak gitu, dingklik itu jadi nggak berat lagi. Hiiih... gw sedikit bergidik kalo inget kejadian itu.
Read more